Duterte Kritik AS dan Sebut Barat Munafik Saat Berjumpa “Putin” Sang Idola

duterte-putin

VOA-ISLAMNEWS.COM, LIMA – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada hari sabtu (19/11) bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin yang dianggapnya sebagai pria “berani”. Duterte menggunakan kesempatan ini untuk mengarahkan kritik-kritik pedasnya pada AS. (Baca: Disebut “Anak Pelacur”, Obama Batalkan Pertemuan Dengan Duterte)

Pertemuan presiden Duterte dan presiden Putin berlangsung di sela-sela pertemuan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di kota Lima yang diikuti 21 kepala negara.

Gaya bicara Duterte yang keras telah membuat bertambahnya kekhawatiran di dunia, sebagaimana yang kita lihat pada Washington, dimana Duterte menghujani AS dan presiden Barrack Obama dengan kritik-kritik pedas. (Baca: Duterte Sebut Dubes AS dan Obama “Anak Pelacur”)

Selama pertemuan presiden Duterte dengan presiden Putin yang berlangsung selama 45 menit pada hari sabtu kemarin, dia mengatakan bahwa “akhir-akhir ini, saya melihat bahwa negara-negara Barat telah mengganggu dan membuat kekacauan pada negara-negara kecil. Namun tidak semua negara Barat, hanya sebagian besar negara Barat yang munafik yang melakukannya”.

Ia menambahkan bahwa “Negara tersebut mengklaim bahwa pihaknya yang memulai peperangan namun pada kenyataannya mereka benar-benar takut akan peperangan”. Ia mengungkapkan bahwa ini adalah kondisi AS dan negara-negara Barat lainnya yang sebenarnya.

Ia juga mengatakan, “negara-negara ini telah mengobarkan peperangan di beberapa negara, seperti di Vietnam, Afghanistan, Irak hanya dengan dalih bahwa di negara-negara tersebut terdapat senjata pemusnah masal, pada akhirnya terbukti tidak ada senjata pemusnah masal”.

Sebelum bertolak ke Peru, presiden Filipina ini telah berulang kali mengancam akan menarik diri dari keanggotaannnya di DK PBB yang telah gagal memikul tanggung jawabnya dalam mencegah terjadinya peperangan yang telah merenggut ribuan nyawa dari kalangan wanita dan anak-anak. (Baca: Rodrigo Duterte Tolak Bertemu Sekjen PBB “Ban Ki-Moon”)

Di sisi lain, Duterte berharap bahwa negaranya menjadi bagian dari Eropa. Ia mengatakan “meskipun terlampau jarak, kita memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari Eropa, khususnya di bidang perdagangan di seluruh dunia”. (VOAI)

Sumber : Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment