Duterte: Pejabat-Pejabat AS “Bodoh” dan “Monyet”

rodrigo_duterte

Jum’at, 04 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, FILIPINA – Presiden Filipina kembali melontarkan kritik pedas kepada pejabat AS yang berada di balik keputusan penghentian kesepakatan senjata dengan negaranya. Dalam pernyataannya Duterte menyebut pejabat-pejabat AS “bodoh” dan “monyet.”

Duterte dalam pidatonya yang disiarkan televisi, menegaskan bahwa ia dapat memilih Rusia dan China untuk mengadakan penawaran pasokan senjata setelah keputusan AS untuk menghentikan kesepakatan penjualanl 26 ribu senapan ke Filipina.

Kemudian Presiden Filipina lebih lanjut mengatakan “Lihatlah monyet, 26 ribu senapan ingin dibelinya. Mereka tidak ingin menjual,” katanya. “Itu sebabnya aku tidak sopan dengan mereka .. mereka tidak akan bersikap sopan dengan saya.”

Duterte juga menekankan bahwa negaranya memiliki “banyak senjata yang diproduksi secara lokal di sini .. Amerika ini memang idiot.”

Kepala polisi Filipina Ronald dela Rosa, telah menyatakan pada hari Selasa, bahwa ia menyatakan ketidakpuasan karena polisi tidak akan mendapatkan senapan M4, yang katanya tidak dapat diandalkan.

Selain itu, Duterte menekankan bahwa Rusia dan China telah menyatakan kesediaan mereka untuk menjual senjata ke Filipina, tapi ia akan menunggu sampai ia melihat apakah tentara ingin terus menggunakan senjata Amerika atau tidak.

Sebelumnya, pembantu di Senat AS mengatakan kepada “Reuters”, pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS menghentikan penjualan senjata kepada Filipina setelah Senator Demokrat Ben Cardin mengatakan ia akan memveto itu.

Asisten Cardin di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menentang kesepakatan penjualan senjata dengan Filipina, dikarenakan kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Filipina. (voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment