Erdogan Temui Putin di Rusia, Pemujanya Seperti Ditampar

erd

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Pertemuan Putin dan Erdogan menyisakan kesedihan dan kejengkelan para pengikut fanatiknya di seluruh dunia, khususnya para pengikut Khilafah di Indonesia. Kunjungan Erdogan ke Rusia temui Putin adalah sebuah tamparan keras kepada Pemujanya yaitu kelompok Khilafah yang sering kali mempropagandakan bahwa Erdogan adalah sosok yang anti Barat, Israel dan anti komunis menurut mereka, namun pada kenyataannya sebaliknya.

Pegiat sosial media Ahmed Zain Al Muttaqin dalam akun facebooknya menuliskan sebuah opini menarik tentang Erdogan dan merananya kelompok Khilafah, berikut Tulisannya:

ERDOGAN, TIDAKKAH KAU PIKIRKAN PERASAAN FANS-MU DISINI?

Sebenarnya yang menarik dari sowan-nya Erdogan ke Rusia menemui Vladimir Putin itu bukan dari sisi Erdogan-nya, tapi tingkah para fans clubnya disini yang gelap mata dalam membela junjungannya.

Saya yang sejak lama mengikuti watak politik Erdogan sama sekali tidak terkejut dengan kunjungan pendekatan Erdogan ke Rusia ini. Bagaimanapun Erdogan harus menentukan sikap, di satu sisi ia pusing untuk meredam pergerakan kaum Kurdi, di sisi lain dia mengatur strategi untuk membungkam para ‘Gullenis’. Di sisi lain dia sibuk dengan ratusan ribu tentakel-nya di Suriah yang sudah menghabiskan milliaran dollar tanpa sinyal hasil yang berarti.

Di sisi lain dia juga menghadapi tantangan berat dari segi politik, ekonomi dan perdagangan dalam lembaran buruk dengan Rusia. Di sisi lain dia juga harus me-manage hubungannya dengan para sekutunya di NATO dan USA. Di sisi lain dia harus mengakomodir ekspektasi para fans IM-ersnya di dalam dan luar negeri. Belum lagi kasus-kasus di dalam negeri yang membelitnya seperti korupsi, pembredelan pers, sampai ijazah palsu. (Baca: Majalah Turki Bongkar Ijazah Palsu Erdogan)

Yang menarik itu para fans clubnya disini yang kebingungan mengatur strategi bagaimana cara menjaga reputasi sang ‘Khalifah’ idola agar tak kehilangan nama.

Bagaimana tidak? Dari kemarin mereka begitu over membangga-banggakan Erdogan sebagai “pemimpin suci” yang sangat keras dalam menentang Rusia, satu-satunya pemimpin Muslim yang tegas mengeluarkan ancaman perang pada Putin, dan berani menantang aksi militer Rusia di Suriah.

Bahkan FP-FP seperti Sahabat Erdogan, Middle East Update dan Sultan Erdogan saban hari selalu memberitakan persiapan latihan militer raksasa antara militer Turki bersama militer Saudi yang dinamakan ‘North Thunder’ untuk segera diterjunkan ke Suriah mengkonfrontasi langsung militer Rusia dan Suriah di tanah Syam. (Baca: Analisa: Kudeta Militer Palsu Turki Bumerang Bagi Erdogan)

Puncaknya, puja-puja mereka semakin menjadi-jadi ketika Turki menembak jatuh Jet tempur Su-24 Rusia di langit Latakia Utara Suriah. Ditambah retorika Erdogan yang menolak meminta maaf dan langsung mengumpulkan seluruh Jenderal-nya, serta mengadakan pertemuan dengan NATO dan Obama seminggu pasca kejadian. Seakan ia sudah mempersiapkan perang besar dengan Rusia.

Apa mau dikata, semua ekspektasi yang sudah terbang begitu tinggi itu buyar hari ini. Para fans yang sudah tidak sabar menunggu perang Armageddon antara Rusia sang “Kafir Komunis Pembantai Ahlusunnah Suriah” melawan Turki “Kekhalifahan Neo-Ottoman” di bawah kepemimpinan Sultan Recep Tayyep Erdogan harus terbangun di tengah “mimpi basah” mereka yang tinggal klimaks.

Bukannya jadi perang, sang Khalifah Idola yang gagah berani itu hari ini justru mengunjungi Rusia dengan penuh kerendahan diri memohon perbaikan hubungan dengan Rusia, dan bahkan membahas kompensasi yang harus dibayar Turki atas Su-24 yang dulu ia tembak sebagai bukti penyesalan. (Baca: Erdogan: Pembicaraan Dengan Putin Babak Baru Hubungan Ankara-Moskow)

Boro-boro mau merealisasikan hasil latihan perang akbar ‘North-Thunder’ dengan Saudi untuk mengkonfrontasi Rusia dan Assad di Suriah. Sang Khalifah dengan senyum bau tanahnya mengaku sangat bahagia bisa berkunjung ke Rusia dan membuka lembaran baru dengan Rusia. Ya, dengan Rusia yang selama ini disebut para fansnya disini sebagai negara kafir harbi pembantai Ahlusunnah Suriah, Erdogan kini malah mengaku bahagia bisa berkunjung dan memperbaiki hubungan dengannya.

Citra pemimpin Muslim idola yang begitu gagah menentang kafir buyar seketika. Dan yang paling lucu ketika melihat tingkah kelimpungan para fansnya disini melihat adegan anti-klimaks yang dipertontonkan sang Idola.

Semua bingung mencari pembenaran. Ada yang mendadak jadi analis geopolitik menyebut itu sebagai siasat politik Erdogan. Ada yang mendadak jadi ahli Tarikh islam membenarkan itu dengan mencocoklogikan dengan perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Nabi. Namun ada juga yang (seperti biasa) jadi speaker radio rusak yang berulang kali memainkan lagu yang sama kepada pengkritik Erdogan “Dasar Kafir! Syi’ah! Musuh Islam! Antek Yahudi!”. (Baca: Gulen: Erdogan Kejam Seperti Hitler)

Ya begitulah saudara-saudara ketika para fans kecewa. Mereka sudah terlanjur menempatkan Erdogan sebagai sosok “Ksatria suci berkuda putih” tanpa secara rasional melihat Erdogan adalah politikus yang tiap gerak-geriknya didasarkan pada kepentingan politiknya. Erdogan, tidakkah kau pikirkan perasaan jutaan fans-mu disini? Kamu jahat!! (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment