Fakta Kerajaan Wahabi Saudi Musnahkan Kewibawaan Ka’bah dan Islam

An aerial view shows the Clock Tower and the Grand Mosque in the holy city of Mecca, on October 16, 2013.  Saudi Arabia said that around 1.98 million pilgrims are performing this year's annual Muslim pilgrimage, the hajj, sharply fewer than last year due to reduced quotas. AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE

Minggu, 14 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Keluarga kerajaan Saudi selama ini menganut aliran Wahabi sejak berkuasa pada abad ke-19. Penguasa Saudi sejak lama menolak melestarikan peninggalan-peninggalan Nabi di Masjidil Haram karena beralasan bisa menimbulkan syirik terhadap Allah. Itulah klaim kerajaan Saudi yang memang ingin menghapus sejarah Islam Muhammadi, Keluarga nabi, sahabat Nabi dengan menghancurkan makam-makam mulia. Sudah 98% situs-situs Islam mereka hancurkan, Mekkah dan Madinah saat ini seperti Las Vegas, Ka’bah di kelilingi bangunan hotel super mewah. (Baca juga: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”)

Kerajaan Wahabi Saudi Hancurkan Makam Suci Umat Islam

Bahkan yang terbaru kerajaan Wahabi Saudi telah membangun dan akan meresmikan sebuah hotel terbesar di dunia akan dibuka di kota Mekkah, Arab Saudi tahun depan. Bangunan yang dinamai Abraj Kudai itu akan memiliki 10.000 kamar dan mencakup area seluas 1,4 juta meter persegi. Inilah fakta terbaru kerajaan Wahabi Saudi yang ingin hancurkan kewibawaan Ka’bah dan Islam.

Selain kamar hotel, bangunan ini juga menyediakan 70 restoran, sebuah pusat perbelanjaan besar dan sebuah ruang serba guna yang sangat megah. Bangunan ini juga memiliki 12 menara, 10 menara di antaranya akan digunakan sebagai hotel bintang lima dan dua lainnya untuk para tamu VVIP. (Baca juga: NU: Saudi Hancurkan Situs Nabi dan Bangun Berhala Modern)

Menara tertinggi bangunan ini terdiri dari 45 lantai dan yang terpendek “hanya” diisi 30 lantai dengan dilengkapi setidaknya empat helipad.

Pembangunan hotel raksasa ini dikabarkan menghabiskan biaya 2,7 miliar poundsterling atau hampir Rp 46 triliun.

Pembangunan hotel ini dibiayai Kementerian Keuangan Arab Saudi dan dirancang kelompok konsultan bangunan internasional Dar al-Handasah.

Hotel megah ini dibangun sejauh dua kilometer dari Masjidil Haram, yang setiap tahun didatangi lima juta umat Muslim saat menjalankan ibadah haji atau umrah.

Hotel Super Mewah di Saudi Akan Diresmikan

Nantinya, tak semua lantai dibuka untuk publik. Lima lantai hotel ini akan dikhususkan bagi keluarga kerajaan Arab Saudi yang hendak menginap di tempat itu. (Baca juga: Mekkah dan Madinah Bukan Milik Kerajaan Saudi)

Terus berlanjutnya pembangunan gedung pencakar langit dan berbagai bangunan mewah di Mekkah mengundang kritik Irfan al-Alawi, direktur Yayasan Riset Peninggalan Islam.

“Semua disingkirkan untuk memberi ruang pembangunan hotel-hotel mewah yang justru menghancurkan kesucian kota itu dan semakin melambungkan biaya ibadah haji,” kata Irfan seraya menyebut kota itu sebagai “Mecca-hattan” plesetan dari Manhattan, New York yang disesaki gedung pencakar langit. (Baca juga: Sekjen NU: Racikan Wahabisme dan Kepitalisme Merubah Wajah Suci Makkah)

“Ini bisa menjadi hari-hari terakhir Mekkah. Seharusnya ibadah haji menjadi sebuah ritual yang sederhana dan membutuhkan keteguhan. Namun kini orang biasa tak akan mampu lagi membiayai ibadah ke kota ini,” tambah Irfan.

Bangunan baru ini menambah panjang deretan gedung pencakar langit di kota Mekkah, termasuk Abraj Al-Bait Towers, yang dengan ketinggian 601 meter  menjadi gedung tertinggi ketiga di dunia.

Abraj Al-Bait terdiri atas hotel yang sangat luas, jam terbesar di dunia, ruang shalat yang mampu menampung 10.000 orang dan pusat perbelanjaan lima lantai.

Gedung ini menjulang di dekat Masjidil Haram dan tarif termahal di hotel ini dengan kamar yang menyajikan pemandangan Kabah di bawahnya adalah 4.000 poundsterling atau Rp 68 juta semalam. (Baca juga: Makkah-Ku Malang, Wahabi dan Kapitalisme Sudah Merenggut Kesucianmu)

Bangunan mewah ini menempati lokasi yang dulunya berdiri benteng Ajyad, sebuah bangunan abad ke-18 peninggalan Kesultanan Ottoman yang dihancurkan pada 2002 meski dikecam dunia internasional.

Proyek bangunan raksasa lainnya yang juga tak jauh dari Masjidil Haram adalah kompleks Jabal Omer yang kini sedang dalam proses pembangunan. Di kompleks ini nantinya terdapat 37 menara, yang sembilan di antaranya memiliki ketinggian di atas 150 meter. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment