Flynn Sosok Anti Islam Diangkat Sebagai Penasehat Keamanan Nasional Oleh Trump

Republican presidential nominee Donald Trump (L) speaks along side retired U.S. Army Lieutenant  General Mike Flynn during a campaign town hall meeting in Virginia Beach, Virginia, U.S., September 6, 2016.  REUTERS/Mike Segar - RTX2OE5F

Sabtu, 19 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MADISON – Presiden terpilih Amerika Donald Trump dan pensiunan Letnan Jenderal Michael Flynn berencana menyebarkan ketakutan akan Islam atau Islamophobia untuk kepentingan  agenda mereka sendiri, kata Kevin Barrett, seorang komentator politik Amerika.

Barrett membuat pernyataan itu pada hari Jumat (18/11), setelah muncul laporan bahwa Trump telah mengangkat Flynn sebagai Penasihat Keamanan Nasionalnya. Sebagai mantan kepala intelijen militer AS, Flynn telah jelas menunjukkan bahwa ia memiliki masalah nyata dengan umat Islam. (Baca: Putin Waspadai Presiden Baru AS Donald Trump)

“Aku sudah berperang dengan Islam, atau komponen Islam, selama sepuluh tahun terakhir,” begitu kata pensiunan jenderal tersebut.

Sebelum memilihnya untuk posisi itu, Trump pernah menganggap Flynn, seseorang yang terdaftar sebagai anggota Demokrat, untuk menjadi calon wakil presidennya dalam persaingannya dengan Hillary Clinton.

“Trump tampaknya siap-siap untuk mengubah kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika untuk kembali  mengkambinghitamkan orang-orang Islam dan berpura-pura bahwa ada ancaman imajiner dari dunia Islam ini yang sebenarnya tidak ada,” kata Barrett, Jum’at (18/11) kemarin. (Baca: Analis; Telanjangi Kemunafikan Donald Trump)

Presiden terpilih dari Partai Republik ini selalu membuat pernyataan anti-Islam sebagai landasan kampanyenya, dan mengancam untuk mengambil tindakan ekstrim terhadap Muslim.

Ia mengusulkan larangan semua Muslim memasuki AS dengan alasan mencegah serangan teror di daratan AS.

Trump juga menyuarakan penentangan total rencana Presiden Barack Obama untuk mengambil pengungsi Suriah, mengatakan bahwa mereka seperti “kuda Trojan” dan memiliki hubungan dengan kelompok teror Daesh (ISIS).

Ia juga menyarankan kartu identitas khusus untuk Muslim Amerika dan database untuk lebih mudah melacak mereka.

“Musuh imajiner Islam ala Trump ini telah benar-benar menghancurkan kebijakan geo-strategis Amerika yang harusnya berfokus pada kepentingan Amerika, menjadi  sia-sia di seluruh dunia,” kata Barrett. (Baca: Donald Trump: Amerikalah yang Hancurkan Timur Tengah)

“Sedangkan dia (Flynn) mengatakan bahwa ia sedang berperang dengan Islam, tak bisa dipungkiri, di beberapa titik Muslim akan terpaksa bangkit dan berjuang kembali dan benar-benar pergi berperang”, lanjut analis itu.

“Mereka memang belum melakukannya, tapi kalau itu nanti terjadi, itu akan menjadi buah dari kebodohan  orang-orang seperti Trump dan Flynn.”

Pada tahun 2014, Presiden Barack Obama memecat Flynn dari jabatannya sebagai direktur Badan Intelijen Pertahanan AS atas gaya kepemimpinannya. Flynn, bagaimanapun, mengatakan pendekatan Islam yang menyebabkan pemecatannya. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment