Gedung Putih Lindungi pejabat Saudi dalam kasus 9/11

gedung-putih
 Minggu, 11 Septemper 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Gedung Putih telah berusaha untuk melindungi beberapa individu di Arab Saudi dan Amerika Serikat dari tuntutan sehubungan dengan serangan 11 September 2001. Komentar ini disebutkan oleh seorang wartawan dan komentator politik Amerika. (Baca juga: Mantan Diplomat AS; Washington Sembunyikan Peran Saudi dan Israel Pada 9/11)

Don DeBar, pembawa acara sekaligus komentator radio dan TV yang berbasis di New York, membuat komentar itu pada pada Sabtu (10/09) kemarin, setelah Kongres AS mensahkan RUU yang akan mengotorisasi korban serangan 9/11 untuk menuntut pemerintah Saudi, namun Gedung Putih sekali lagi bersumpah bahwa Presiden Barack Obama akan memveto langkah tersebut.

“Bagi saya, hal itu menunjukkan bahwa mereka mencoba untuk memblokir jalan menuju penemuan ini, hal ini memberitahu saya bahwa pasti ada sesuatu yang mereka takuti,” kata DeBar. (Baca juga: Pangeran Bandar bin Sultan Terlibat Serangan 9/11)

“Ini adalah 15 tahun setelah peristiwa itu dan kita sudah dijanjikan veto oleh Presiden Obama di sini, tapi ini akan menjadi cara untuk melakukan penemuan pada dokumen-dokumen yang ada, mungkin di tangan Saudi dan/atau pemerintah AS dan/atau pihak ketiga tentang peran individu tertentu di Arab Saudi, termasuk pemerintah dalam serangan ini dan hal tersebut tentu saja juga dapat menggiring opini kembali ke Washington atau pihak-pihak lain sebagaimana beberapa spekulasi yang selama ini berkembang, “tambahnya.

DeBar mencatat bahwa seluruh prosedur untuk menyelidiki peran Arab Saudi dalam serangan 9/11 dan merilis informasi yang relevan sudah seperti “mencabut gigi di pengadilan”. (Baca juga: Kongres AS Loloskan RUU yang Memungkinkan Korban 9/11 Menuntut Arab Saudi)


Ia merujuk ke bagian laporan klasifikasi panjang dari kongres mengenai ikhwal serangan, yang dikenal sebagai “28 halaman,” dan dirilis pada bulan Juli. Dokumen-dokumen itu mengekspos beberapa koneksi yang mencurigakan antara pembajak dan para pejabat Saudi. Lima belas dari 19 pembajak yang melakukan serangan adalah warga Saudi. (Baca juga: Penyelidikan 9/11 Akan Mengguncang Politik AS dan Perang Saudara)

“Orang-orang yang tengah dilindungi oleh Amerika Serikat, saat ini mereka berdiri di atas isu kekebalan warga Saudi dari menjadi subjek litigasi dan penemuan serta penuntutan di pengadilan AS,” tambah wartawan itu.

Menyusul pengambilan suara pada hari Jumat, Senator Charles Schumer, salah satu penulis dari the Justice Against Sponsors of Terrorism Act, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis “bahwa jika pengadilan membuktikan Saudi terlibat dalam 9/11, maka mereka harus bertanggung jawab”. (Baca juga: Bukti Peran Saudi Pada Peristiwa 9/11 Benar-Benar Nyata)

“Jika mereka tidak melakukan kesalahan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tambahnya.

Sebelum Senat menyetujui rancangan undang-undang tersebut, padbulan Mei, Arab Saudi mengancam untuk menjual ratusan miliar dolar aset AS jika rancangan undang-undang itu menjadi undang-undang. Pemerintahan Obama juga memperingatkan pada waktu itu bahwa Rancangan undang-undang tersebut akan menempatkan Amerika pada risiko hukum di luar negeri. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment