Gila dan Dungu! Menlu Saudi Tawari Rusia Untuk tinggalkan Assad

putin-assad-nasrallah-e1469840435888.jpg

Sabtu, 30 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BEIRUT – Sekretaris Jenderal Hizbullah Libanon, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa diantara pentingnya prestasi yang dibuat baru-baru ini di Aleppo adalah dengan kemajuan itu maka delusi, proyek-proyek serta ambisi kekaisaran regional menjadi hancur di tangan orang-orang Suriah yang teguh dan gerakan perlawanan.

Dalam pidato pada hari Jumat (29/07) kemarin, Nasrallah juga member komentar mengenai penawaran Al-Jubeir beberapa saat lalu kepada Rusia untuk meninggalkan Assad. (Baca juga:Nasrallah: Mempertahankan Aleppo Berarti Mempertahankan Lebanon, Suriah dan Irak)

Kantor berita Suriah, SANA, mlaporkan bahwa Sekjen Hizbullah itu mengatakan menteri luar negeri rezim Saudi berbicara tentang Suriah seolah-olah dia menunjuk dirinya sendiri sebagai penjaga atau penguasa atas rakyat Suriah dan berbicara atas nama mereka. Lebih jauh lagi, menurut Nasrallah, fakta bahwa ia mengajukan penawaran kepada Rusia untuk meninggalkan Suriah seolah-olah dia yang mengendalikan kawasan, adalah hal yang menggelikan.

Nasrallah menggambarkan menteri luar negeri Saudi ini sebagai orang dungu dan gila, menambahkan “Anda tidak dalam posisi untuk mendistribusikan saham, membuat penawaran, penawaran barang murah, atau memaksakan persyaratan… baik engkau, raja-rajamu ataupun para pangeranmu.” (Baca juga:Nasrallah: Darah Para Pejuang yang Syahid Semakin Perkuat Perjuangan di Suriah)

Selain itu, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidatonya juga mengecam langkah Arab Saudi yang telah melakukan kunjungan ke Israel melalui delegasi yang dipimpin oleh seorang mantan jenderal militer.

Nasrallah mengatakan bahwa rezim Riyadh melakukan normalisasi hubungan dengan Israel secara “gratis” dan “tanpa manfaat bagi warga Palestina.”

“Arab Saudi adalah contoh berbahaya bagi negara-negara lain dalam membangun hubungan dengan Israel,” tambahnya. Sekjen Hizbullah melanjutkan dengan mengatakan bahwa setiap hubungan Saudi-Israel akan diikuti oleh pengakuan kerajaan Arab dari rezim Israel.

Anwar Eshki, mantan jenderal militer Saudi, dan beberapa pejabat Saudi lainnya melakukan kunjungan pekan lalu di mana mereka bertemu dengan seorang pejabat kementerian luar negeri Israel dan sejumlah anggota Knesset. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment