Guru Wanita AS Jatuh ke Tebing 45 Meter Saat Lari dari Penyerang Seks di Thailand

Hannah Gavios

Rabu, 07 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BANGKOK – Hannah Gavios (23),  Seorang guru perempuan asal New York, Amerika Serikat (AS) jatuh ke tebing sedalam 150 kaki atau lebih dari 45 meter di resor Krabi, Thailand. Inseiden tersebut terjadi saat Gavios mencoba melarikan diri dari seorang pria yang akan melakukan serangan seksual.

Untungnya, Gavios ditemukan masih selamat meski mengalami patah tulang punggung. Polisi Thailand telah menangkap seorang tersangka yang menyerang guru bahasa Inggris tersebut.

Serangan telah terjadi di resor pantai Krabi, Railay Beach, pada Kamis 1 September 2016.

Gavios sejatinya bekerja di Vietnam. Namun, saat itu dia sedang berlibur ke Thailand. Korban awalnya tersesat dan ada pria yang menawari bantuan sebagai penunjuk jalan.

Korban curiga karena pria itu membawanya ke puncak gunung yang gelap. ”Saya benar-benar berpikir saya akan mati,” kata Gavios kepada Daily Mail. ”Saat itu gelap, sekitar pukul 23.00 dan satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali akomodasi saya adalah dengan menyeberangi tebing,” ujarnya yang dikutip Rabu (7/9/2016).

”Saya telah bepergian selama 16 jam, jadi saya kira saya tidak merasa ini diri saya. Sementara kami berjalan, dia meraih saya dan memegang saya dan mencoba untuk mengambil pakaian saya,” lanjut Gavios.

Guru perempuan itu membela diri dengan mendorong pelaku. Saat itu tangannya gemetar, panik dan mencoba untuk melarikan diri. Dia akhirnya jatuh dari tebing.

”Saya benar-benar berpikir saya tidak akan bertahan,” katanya. ”Saya memukul  kepala saya beberapa kali dan mendarat dengan benjolan besar. Saya menjerit kesakitan. Itu adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah (saya alami). Saya merasa benar-benar rentan. Saya tidak bisa bergerak apa-apa.”

Gavios mengatakan dia mengalami patah tulang dan menderita cedera kepala. Dia dibawa penyerangnya ke hutan. Saat dalam kondisi tak berdaya, pelaku dia sebut melakukan serangan seksual, tapi bukan memperkosa.

Penyerang itu diidentifikasi sebagai Apai Ruengvorn, 28. ”Saya terjebak dengan orang gila ini. Saya  berada di hutan di semak-semak dengan ular liar merangkak pada saya, sementara dia masih terus mengganggu saya,” ujarnya.

”Dia berada di atas saya. Dia melepas celananya dan melakukan masturbasi pada saya. Dia tidak memperkosa saya tapi dia segala sesuatu yang lain. Saya benar-benar berpikir saya akan mati.”

Pelaku meninggalkan Gavios. Beberapa jam kemudian dia kembali dengan orang lain yang membawanya ke rumah sakit. Ruengvorntelah didakwa melakukan perilaku cabul terhadap orang lain dan menyebabkan cedera serius. (Voai)

Sumber: Sindonews

Related posts

Leave a Comment