Habib Syech: Pemecah Belah Bangsa Tak Paham Bhinneka Tunggal Ika

habib_syech_temanggung.jpg

Jum’at, 2 Desember 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, TEMANGGUNG – Menghadapi situasi saat ini, semua elemen bangsa diminta berupaya tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu pula sikap toleran dan saling menghormati di tengah-tengah kemajemukan warga bangsa ini perlu terus ditingkatkan. Pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan bangsa ini, mereka tidak paham Indonesia yang berbhinneka tunggal ika.

Demikian disampaikan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Kota Temanggung yang ke-182 bertajuk “Shalawat Akbar untuk Temanggung Damai, Bersatu dalam Kebhinekaan NKRI Harga Mati” di Alun-alun Kota Temanggung, Senin (28/11) lalu.

“Mari kita sama-sama bangun negeri ini dengan adab dan moral yang baik. Hormati sesama kita, sayangi yang muda, hormati yang tua. Walaupun mereka bukan muslim tapi wajib bagi kita untuk saling menghormati, tolong menolong, dan bekerja sama,” ajak Habib Syech.

Di depan ribuan warga muslim dan Syaekher mania Temanggung, Mustasyar PWNU Jawa Tengah ini juga berharap agar jangan sampai bangsa ini terpecah belah karena kepentingan sesaat. Salah satu caranya ialah dengan menjauhi media-media penebar fitnah dan kebencian.

Dalam kesempatan yang sama, KH Ya’qub Mubarak, Rais PCNU Temanggung yang menyampaikan ceramah saat jeda dari lantunan shalawat, di samping mengupas pentingnya orang mukmin menyerupai karakteristik lebah dalam sisi keistimewaaanya, juga mengimbau agar warga Temanggung khususnya, tidak perlu ikut dalam aksi 212 mendatang.

Sebelum doa penutup, untuk lebih memantapkan rasa nasionalisme segenap jama’ah, Habib Syekh meminta seluruh hadirin turut menyayikan lagu Indonesia Raya. Acara ini dihadiri oleh Bupati Temanggung Bambang Sukarno, jajaran Kapolres Temanggung, pengurus PCNU Temanggung dan beberapa perwakilan ormas lainnya. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment