Hadiri KTT ASEAN ke-28 di Laos, Jokowi Sampaikan Pidato Heboh di Sidang Pleno

pidato-jokowi-di-sidang-pleno-ktt-asean-di-laos.png

Rabu, 07 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, LAOS – Presiden Jokowi saat ini sedang menghadiri KTT ASEAN ke-28 di Laos, saat dalam sidang Presiden Jokowi memberikan sebuah pidato yang fenomenal dan heboh. (Baca juga: ASEAN Akan Segera Jadi “Uni Eropa Baru”)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa stabilitas kawasan telah menjadi kebanggaan ASEAN selama ini. Namun, saat ini ASEAN juga menyaksikan dinamika di kawasan yang terus memerlukan perhatian negara-negara anggotanya. (Baca: “Tamparan” Maut Putin-Jokowi di KTT G-20 Turki Kepada Barat dan AS)

“Kita tidak dapat membiarkan instabilitas terjadi di wilayah sekitar kita. Kita tidak dapat membiarkan negara-negara besar mengatur dan menentukan nasib keamanan dan stabilitas wilayah sekitar kita,” kata Presiden Jokowi pada sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-28 yang diselenggarakan di National Convention Center (NCC), Vientienne, Laos, Selasa (6/9) sore.

Oleh karena itu, Presiden berharap kepada negara-negara ASEAN agar dapat menjaga semangat untuk tetap menjaga stabilitas kawasan. “Untuk itu, semangat kerjasama guna menjaga rumah kita harus terus kita teguhkan,” ujarnya. (Baca juga: Buka KTT LB OKI, Presiden Jokowi: Kita Harus Bersatu Dukung Perjuangan Palestina)

Dalam acara yang dihadiri para pemimpin negara-negara ASEAN itu, Presiden Jokowi mengemukakan bahwa negara-negara di dunia memiliki harapan tinggi bagi masyarakat ASEAN yang tahun depan akan berusia 50 tahun, sebagai sebuah kawasan yang bermukim di dalamnya sebanyak lebih dari 600 juta jiwa, diperlukan suatu kawasan yang tangguh.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, peran ASEAN sebagai kontributor penting untuk keamanan dan stabilitas kawasan akan sirna. “Jika hal tersebut terjadi, maka masa depan ASEAN akan suram,” ujarnya. (Baca juga: Denny Siregar: Taktik Jokowi Hadapi Para Srigala Kapitalis)

Kisah Sukses ASEAN

Dalam sidang tersebut Presiden Jokowi juga membangkitkan semangat negara-negara anggota ASEAN. Ia menyebutkan, perekonomian ASEAN merupakan sebuah kisah sukses tersendiri.

“GDP ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif, yaitu 4,7 persen. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ungkap Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara ASEAN untuk selalu memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara kawasan.

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat tiga hal yang harus dipastikan oleh masyarakat ASEAN.

“Pertama, memastikan kerjasama ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat ASEAN secara merata. Kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil,” tegas Presiden.

Kedua, Presiden meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar.

“Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN, maka akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan,” lanjut Presiden.

Terakhir, Presiden Joko Widodo juga meminta ASEAN untuk menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya. Presiden berpendapat bahwa pekerja migran ASEAN merupakan representasi nyata dari masyarakat ASEAN yang harus dilindungi.

“ASEAN harus memastikan bahwa hak-hak pekerja dan keluarganya dilindungi dengan baik,” tegas Presiden. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment