Hajar ISIS, Pasukan Elit Irak Berhasil Rebut Stasiun Televisi Mosul

pasukan-elit-irak

Rabu, 02 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSUL – Service Counter Terrorism (CTS) yang merupakan pasukan elit Irak, telah merebut kembali sebuah desa dan sebuah stasiun televisi di pinggiran Mosul, dalam langkah terbaru mereka untuk membebaskan kota utara dari cengkeraman teroris Daesh/ISIS.

“Kami telah selesai membersihkan Gogjali dan menguasai gedung stasiun televisi Mosul,” kata Staf Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, pada hari Selasa (01/11). (Baca juga: Turki Parkuat Pasukan Untuk Lindungi Kota Tal Afar dari Serbuan Pasukan Relawan Irak)

Mayor Jenderal Sami al-Aridi juga menegaskan telah merebut kembali stasiun TV di Mosul, yang terletak di distrik timur kota.

Dia menegaskan bahwa jatuhnya gedung televisi Mosul datang setelah pertempuran sengit, di mana pasukan Irak mencoba mendorong masuk kota. Stasiun TV adalah bangunan penting pertama di Mosul yang telah direbut kembali oleh pasukan Irak sejak awal operasi pembebasan.

Pada hari Selasa, seorang komandan CTS menekankan bahwa “pembebasan” kota yang diperebutkan dimulai, oleh pasukan elit Irak yang ditempatkan di pinggiran Mosul. “Tujuan akhir kami tiba di Mosul dan membebaskan kota,” kata Staf Umum Taleb Sheghati al-Kenani pada televisi pemerintah “Iraqiya” dari Gogjali. (Baca juga: VIDEO: Pasukan Elit Irak Masuki Mosul)

Lebih dari dua minggu yang lalu, tentara Irak, pasukan relawan serta pasukan Peshmerga Kurdi melancarkan operasi yang telah lama ditunggu-tunggu untuk merebut kendali dari Mosul, benteng terakhir ISIS di Irak. Sejak itu, pasukan Irak telah maju di berbagai bidang.

Banyak yang percaya bahwa merebut kembali Mosul, yang jatuh ke Daesh pada tahun 2014, akan menandakan kekalahan total teroris di Irak.

a6bfd3a7-c467-484c-b773-a0cfd4c6f2cd

Turki sebar tank ke perbatasan Irak

Selain itu pada hari Selasa, sumber militer Turki yang tidak disebutkan namanya mengatakan tentara telah mulai mengerahkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya ke daerah Silopi, provinsi Sirnak, yang terletak dekat dengan perbatasan Irak.

Pekan lalu, Hashd al-Shaabi Irak, yang juga dikenal sebagai Unit Mobilisasi Populer, mengumumkan bahwa anggotanya telah memulai operasi yang ditujukan untuk memotong rute pasokan antara kota Mosul dan kota Raqqah, dengan membebaskan Tal Afar, rumah yang cukup besar bagi populasi etnis Turkmen.

Namun, Presiden Erdogan memperingatkan bahwa negaranya sedang berusaha untuk memperkuat pasukannya di Tal Afar dan akan “merespon” jika pasukan Irak “menyebarkan teror” disana.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan bahwa penyebaran pasukannya terkait dengan perkembangan di Irak. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment