Hal-hal Mengerikan Dibalik Kerajaan ‘Khilafah’ Turki Ottoman

Genosida-Armenia.png

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Tidak bisa dimungkiri lagi kalau kerajaan Turki Ottoman adalah salah satu kerajaan Islam terbesar di dunia. Bahkan, kekuasannya bisa bertahan selama beberapa abad sebelum hancur pada abad ke-20. Selama menjadi sebuah kerajaan yang besar dan pengaruh, Turki pernah melakukan beberapa hal yang sangat mengerikan. Bahkan bisa dibilang sebagai borok yang kerap ditutup-tutupi.

Pada kenyataannya bahwa Turki dijadikan dan diakui sebagai Kerajaan pendukung Khilafah di dunia, karena mereka menganggap Erdogan Layak sebagai Khilafah, namun kenyataannya sendiri bahwa Dinasti Ottoman telah gagal dan hancur. (Baca: Erdogan, Representasi Kekejaman Dinasti Ottoman)

Inilah Sisi Gelap dan Mengerikan Kerajaan “Khilafah” Turki Ottoman selengkapnya:

Genosida Penduduk Armenia

Bagi Pemerintah Turki, mengakui adanya genosida tidak akan pernah dilakukan sampai kapan pun. Padahal, sejak tahun 1915-1920 ada lebih dari 1,5 juta penduduk Turki Armenia yang dibinasakan dengan cara yang sangat kejam. Mereka dibunuh begitu saja selama 5 tahun seperti membunuh serangga atau hama yang merusak tanaman.

Genosida Armenia

Hingga sekarang, pemerintah Armenia tetap mengusahakan pengadilan akan tindakan mengerikan yang tidak bisa ditolerir lagi ini. Sementara itu, di kawasan Turki, membicarakan genosida penduduk Armenia puluhan tahun yang lalu adalah hal yang sangat tabu sehingga secara tidak langsung sangat dilarang untuk dilakukan.

Perbudakan Selama Berabad-abad

Perbudakan di kerajaan Turki Ottoman sudah berjalan sejak abad ke-14. Kala itu, budak yang berasal dari kawasan Afrika dan Eropa didatangkan untuk memenuhi kebutuhan di kawasan kerajaan. Orang-orang dengan uang yang melimpah bisa membeli budak lalu mempekerjakan mereka sesuai dengan kemauan. (Baca: Wajah Teror di Setiap Agama)

Perbudakan

Selain dipekerjakan untuk kegiatan rumah tangga dan pertanian. Beberapa budak juga dijadikan pemuas nafsu. Banyak budak wanita yang sengaja diperjual belikan untuk memenuhi kebutuhan bawah perut itu. Rata-rata gadis dari kawasan Suriah dimasukkan ke sini untuk dijual dan akhirnya diperlakukan dengan tidak manusiawi.

Memiliki Istana untuk Harem

Kerajaan Turki Ottoman memiliki sebuah istana bernama Topkaki. Di istana ini ada setidaknya 2.000 wanita yang diperoleh dari kawasan negara atau pun budak dengan fisik yang bagus untuk digunakan untuk kepentingan raja. Semua wanita yang ada di sini adalah milik raja dan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. (Baca: Rakyat Suriah Kompak Gagalkan Mimpi Erdogan Jadi Khalifah Baru Dinasti Ottoman)

Harlem

Biasanya wanita di istana ini digunakan untuk melayani raja. Mereka adalah wanita yang dijadikan sebagai istri, pelayan, dan juga wanita yang digunakan untuk menghasilkan keturunan. Semua wanita yang ada di istana ini dilindungi dan tidak bisa di antara mereka melarikan diri karena sudah jadi hak milik dari sultan.

Anggota Kerajaan Saling Bunuh

Di awal berdirinya kerajaan, Turki Ottoman masih belum mengenal sistem primogeniture di mana anak laki-laki pertama yang lahir akan menjadi penerus kerajaan. Akibat belum adanya sistem ini, banyak sekali anak laki-laki dari anggota kerajaan yang saling bunuh untuk mendapatkan kekuasaan yang sangat besar di dalam istana.

Membunuh Saudara Lelaki

Salah satu sultan bernama Mehmed bahkan membunuh semua saudara laki-laki yang dia miliki paling kejam. Bahkan bayi laki-laki yang baru lahir langsung dia eksekusi dengan sangat mengerikan. Semakin kuat kekuatan laki-laki dari sebuah kerajaan, maka dia bisa menjadi seorang raja asal mau melakukan hal-hal mengerikan seperti membunuh semua calon saingannya dengan cepat.

Inilah beberapa sisi gelap dari kerajaan Turki Ottoman yang merupakan kerajaan Islam terbesar di dunia. Bagaimana menurut Sobat Boombatis semuanya tentang skandal mengerikan yang ditampilkan di atas? (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment