Hidup Seperti Budak, Kaum Wanita saudi Berontak

wanita-saudi

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Wanita-wanita Saudi memutuskan untuk memperluas tuntutan mereka untuk mengakhiri kendali laki-laki dalam sebagian besar hidup mereka. Sejak lebih dari dua bula lalu  hastag سعوديات_نطالب_باسقاط_الولايه# menjadi tranding topic di twitter.

Dukungan atas tuntutan  para wanita mengalir dari para aktivis, bahkan para ulama sekalipun berpendapat bahwa seseungguhnya hak perwalian laki-laki atas wanita dalam masalah-masalah tertentu tidak berdasarkan syariat, bertentangan dengan asumsi masyarakat Saudi yang konservatif.

Dalam konteks ini, surat kabar Okaz Arab Saudi mengutip  perkataan salah seorang tokoh ulama Abdullah Al Mani’ yang berpendapat bahwa hak perwalian laki-laki atas wanita hanya berlaku dalam pernikahan.

Mungkin yang paling menonjol dari keterbelakangan Saudi di banding negara-negara lain, adalah masalah hak-hak wanita. Inilah kondisi wanita Saudi, wanita Saudi butuh pada wali sejak ia lahir sesuai dengan UU Saudi, mulai dari ayah, lalu pindah ke suami, sehingga dalam kasus janda maka yang menjadi walinya adalah anak laki-lakinya, dan itu berarti ia membutuhkan persetujuan walinya dalam mengelola kerajaan, begitu juga jika ingin melakukan pejalanan ke luar negeri.

Masalah lain juga yang menjadi perhatian dunia bahwa wanita Saudi dilarang mengendarai mobil sendiri (bahkan pemerintah Riyadh melarang mengangkat masalah ini). Meskipun akhirnya, hal ini pertama kali diangkat oleh media asing karena banyaknya wanita Saudi yang mengkampanyekan perjuangan hak yang sama dengan laki-laki, dan kampanye wanita yang menentang undang-undang tentang pengendara wanita khususnya, yang mana beberapa wanita kerajaan keluar dengan mengemudi, namun lolos hukum.

Yang mengejutkan siapa sangka bahwa situasi wanita Saudi berbeda antar wanita biasa dan wanita kerajaan. Telah beredar di media satu tahun yang lalu, cerita putri-putri yang dipenjara di  istana kerajaan di Jeddah. Dan situs-situs berita pada hari itu, melaporkan bahwa  4 putri Raja Abdullah Bin Abdul Aziz dari pernikahan sebelumnya, ditahan di Istana, tanpa memperdulikan keinginan mereka. Cerita ini memberi keterangan baru tentang kehidupan para putri kerajaan, bahwa mereka hidup dalam kemewahan, namun dalam keluarga yang kaku. [voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment