Hingga Saat Ini Saudi Belum Keluarkan Kompensasi Bagi Korban Crane

Korban-Crane-Mekkah-300x200.png

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Sejak kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, 11 September 2015 lalu, namun hingga kini pemerintah Saudi hanya janji saja, mereka akan segera keluarkan kompensasi yang telah dijanjikan. Sudah setahun lebih belum juga turun kompensasi yang pernah dijanjikan. (Baca: Korban Crane Asal Indonesia Tagih Janji Santunan Raja Salman yang Tak Kunjung Turun)

“Pemerintah Saudi tetap pada janjinya akan memberikan (santunan) sesuai dengan janji,” kata Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Alshuaibi di kediamannya di Jakarta, Kamis (23/11/2016).

Korban Crane Mekkah Asal Indonesia

Sebagai duta besar, kata Osama, ia dalam berbagai kesempatan selalu meminta kepada pejabat Indonesia untuk mengirimkan surat yang menyebutkan berapa jumlah korban, baik yang cedera maupun yang meninggal dunia.

“Hak-hak seluruh korban pasti akan kami jamin dan Pemerintah Saudi tetap pada janjinya untuk memberikan sesuai yang dijanjikan,” katanya.

Sejak awal terjadinya musibah, pihak Indonesia melalui KBRI Riyadh terus mengupayakan kompensasi dan santunan korban crane melalui koordinasi dengan berbagai pihak dan otoritas di Arab Saudi. (Baca: DPR Desak Kemenag Tagih Janji Saudi Soal Hak Korban Mina dan Crane)

Koordinasi tersebut melalui jalur resmi Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri, maupun jalur informal lainnya dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Kerajaan Arab Saudi.

Alat berat crane di Masjidil Haram jatuh menimpa jamaah haji mengakibatkan 107 orang meninggal dunia dan 238 orang cedera. Dari jumlah itu, sebanyak 12 jamaah haji asal Indonesia meninggal dan 49 orang luka-luka. (Baca: Janji Saudi Santuni Korban Mekkah Tak Kunjung Turun)

Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud juga telah menginstruksikan pemberian kompensasi bagi para korban musibah crane sebesar Rp 3,5 miliar untuk korban meninggal dan cacat permanen, serta sekitar Rp 1,75 miliar bagi korban luka.

Selain itu, Raja Salman juga mengumumkan akan memfasilitasi para korban crane yang belum sempat menunaikan ibadah haji pada tahun 2015 untuk menunaikannya di tahun 2017 atas undangan Raja. Namun sampai saat ini hal itu seakan-akan hanya janji manis dari penguasa Arab Saudi itu. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment