Houthi Sebut Amerika dan Saudi Dalang Perang Yaman

houthi-sebut-as-dan-saudi-dalang-perang-yaman

Minggu, 27 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, SANA’A – Gerakan Houthi Ansarullah Yaman menyebut bahwa AS, yang baru-baru ini mengajukan rencana perdamaian untuk negara yang dilanda perang itu, sejatinya adalah dalang pemimpin agresi yang sedang berlangsung terhadap Yaman bersama dengan Arab Saudi. (Baca juga: Houthi: Saudi Lakukan Makar di Seluruh Dunia dengan Restu AS)

Berbicara pada hari Jum’at, juru bicara Ansarullah Mohammad Abdulsalam menyoroti peran negatif dari Washington dalam perang terhadap Yaman ini, dengan mengatakan bahwa AS adalah salah satu negara yang terlibat dalam agresi terhadap negara miskin itu dan tidak pantas menjadi mediator antara pasukan Yaman dan rezim Riyadh.

Ia lebih jauh menyoroti hubungan Washington-Riyadh dan memperingatkan bahwa AS telah memeras Arab Saudi dan praktek ini akan berlangsung lebih intensif di masa depan. (Baca juga: Deklarasi Suku-suku Besar Yaman Dukung Houthi Bela Negara Melawan Penjajah Saudi)

“Perang melawan Yaman adalah ulah AS-Saudi , dengan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi tidak memiliki peran dalam serangan itu,” ucap Abdulsalam, menekankan bahwa sejarah akan membuktikan pernyataannya ini.

“Agresi dimulai dalam upaya untuk menekan kehendak rakyat Yaman,” tambahnya.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam kunjungan ke ibukota Oman di Muscat mengatakan bahwa ia telah memberikan dokumen yang menguraikan mengenai gencatan senjata dan kesepakatan perdamaian kepada delegasi Houthi. (Baca juga: Pemimpin Houthi; Bangsa Yaman Tidak akan Menyerah)

“Houthi telah setuju untuk mengamati gencatan senjata, asalkan pihak lain juga melaksanakannya,” katanya, mencatat, ” Sejauh ini, Emirat dan Saudi … mereka berdua setuju untuk mencoba untuk melaksanakan hal ini.”

Kemudian, Riyadh mengumumkan gencatan senjata 48 jam di Yaman, tetapi kenyataannya kerajaan itu tidak berhenti melakukan serangan udara dan Yaman kemudian melakukan serangan balasan.

Di tempat lain dalam komentarnya, juru bicara Ansarullah mengatakan bahwa gerakan itu tidak kehilangan apapun dengan menyetujui kesepakatan perdamaian dan tidak akan bernegosiasi dengan siapa pun sebelum tahap pertama kesepakatan itu berlaku. (Voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment