HRW: Satelit Ungkap Kekejaman Tentara Myanmar atas Etnis Rohingya

1ede700e-1bc5-42db-87ee-2f17da40ff90.jpg

Senin, 14 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NAYPYIDAW – Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa citra satelit definisi tinggi telah mengungkap kerusakan yang luas akibat dari kebakaran di wilayah yang dihuni etnis Muslim di bawah pengepungan militer di Myanmar. Wilayah Rakhine timur terutama dihuni oleh Muslim Rohingya, yang telah lama mengalami penindasan dari pemerintah dan kelalaian yang disengaja.

Dari analisis gambar yang diambil pada tanggal 22 Oktober, 3 November, dan 10 November 2016, HRW menemukan total 430 bangunan hancur di tiga desa dari Pyaung Pyit (Ngar Sar Kyu), Kyet Yoe Pyin, dan Wa Peik (Kyee Kan Pyin) di distrik Maungdaw utara Rakhine. (Baca juga:Puluhan Wanita Rohingya Akui Alami Pemerkosaan dan Perampokan dari Tentara Myanmar)

“Gambar satelit baru itu tidak hanya mengkonfirmasi kerusakan luas di desa Rohingya tetapi menunjukkan bahwa ternyata kerusakan itu bahkan lebih besar dari yang awalnya kita pikir,” jelas Brad Adams, direktur HRW Asia, pada hari Minggu (13/11).

Rakhine telah berada di bawah blokade militer ketat sejak serangan mematikan di pos perbatasan bulan lalu, dimana pemerintah menyalahkan etnis Rohingya. Blokade tersebut kemudia menimbulkan spekulasi kuat bahwa tentara kini terlibat dalam serangan terhadap etnis Muslim, yang selama ini sudah menjadi target ekstrimis Budha di negara itu. Umat Buddha secara rutin menyerang desa-desa Muslim, membakar rumah-rumah dan menghancurkan properti mereka. (Baca juga:PBB; Muslim Rohingya Alami Kejahatan Mengerikan di Myanmar)

Sementara itu, media pemerintah pada hari Minggu melaporkan bahwa delapan orang telah meninggal dan 36 ditangkap dalam bentrokan baru antara tentara dan beberapa etnis Rongingya.

Tentara Myanmar melakukan tindakan keras di Rakhine pada pertengahan Oktober setelah penyerang tak dikenal melancarkan serangan terkoordinasi pada beberapa pos perbatasan. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment