Igor Konashenkov: Upaya AS Lupakan Insiden Deir Ezzor dengan tuduhan Penyerangan Konvoi PBB

crmnzgnuwaeeegj-e1474527454401.jpg

Jum’at, 23 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Pihak Amerika sedang mencoba untuk menutup-nutupi insiden di Deir ez-Zor, , dengan menyalahkan serangan terhadap konvoi kemanusiaan PBB kepada Damaskus dan Moskow. Hal ini diungkap oleh perwakilan resmi dari Departemen Pertahanan Federasi Rusia Igor Konashenkov, pada hari Rabu(21/09).

“Rekan-rekan barat kami melakukan segalanya untuk menutupi tragedi di Deir Ezzur dengan kebisingan informasi, mereka sengaja mengalihkan fokus perhatian masyarakat dunia dari topik terbebasnya kelompok militan Jabat en-Nusra yang menyerang Aleppo, dan dengan demikian menyembunyikan kegagalan AS yang menyebabkan peningkatan penyebaran kelompok oposisi moderat dan teroris di Suriah,” kata Konashenkov sebagaimana dikutip true-news.info.

Menurut Konashenkov, Washington juga berusaha untuk menyembunyikan kegagalan, yang menyebabkan munculnya sejumlah besar kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Sabtu lalu bahwa empat serangan terhadap posisi Suriah telah dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS, termasuk dua jet tempur F-16 dan dua pesawat pendukung A-10.

Militer Suriah menyebut pemboman itu sebagai ” agresi serius dan terang-terangan ” terhadap pasukan Suriah, dan mengatakan itu adalah “bukti” bahwa AS dan sekutunya mendukung militan ISIS.

Mengomentari retorika Samantha Power di DK PBB yang menuduh balik Rusia, Joshua Landis dari Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma, mengatakan bahwa “AS tidak ingin berlutut di depan Rusia dan meminta maaf”.

“AS memiliki sejarah panjang yang kompetitif dengan Rusia, entah itu di Ukraina atau di Suriah. Saya yakin, jika kejadian ini melibatkan Rusia, dan jika ternyata sekutu Amerikalah yang dibom oleh Rusia, Dubes Power akan mencela Rusia habis-habisan — memang itulah tugasnya,” kata Landis pada RT. “AS jelas sebagai pihak yang bersalah. Mereka mencoba menangkis tuduhan yang membuat mereka berada pada posisi yang disalahkan dalam situasi ini dengan menuduh Rusia karena telah bersekutu dengan Assad — musuh AS,” katanya menambahkan. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment