Imbauan Yusuf Muhammad Terhadap Tunas Bangsa Berprestasi

Tunas-Bangsa

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – “Wahai saudaraku tunas bangsa di luar negeri yang berprestasi, saatnya pulang ke bumi pertiwi dan membangun Indonesia bersama Presiden Jokowi”.

Miris jika tahu tenaga pengajar dosen dengan jabatan fungsional profesor di beberapa universitas di Indonesia ternyata masih minim. Beberapa profesor di Indonesia yang ada saat ini pun tidak lagi berorientasi kepada riset dan penelitian, melainkan komersil serta materil. (Baca: Yusuf Muhammad: SURAT KASIH UNTUK JONRU)

Lain dulu lain sekarang. Jika dulu banyak warga asing seperti Malaysia yang belajar ke Indonesia, maka kini berbalik justru banyak WNI yang belajar ke luar negeri. Jika dulu Indonesia banyak mengekspor tenaga pengajar ke luar negeri, kini justru Indonesia banyak mengekspor TKI.

What’s wrong with us?

Dalam dunia pendidikan negara ini tidak lagi menjadi “center of excellent” dan makin miris lagi kalau profesor berkualitas dan berprestasi yang dimiliki oleh bangsa ini lebih memilih untuk tinggal di luar negeri. Hal ini tidak boleh terus dibiarkan dan tidak perlu juga saling menyalahkan. Saatnya kini bersatu padu untuk membangun bangsa yang yang lebih maju.

Kasus Arcandra Tahar telah membuat dunia nasional gempar. Betapa miris melihat bangsa lain yang sudah begitu maju dengan segala teknologi dan pembangunan, sedangkan kita masih ribut dengan masalah dwi kewarganegaraan. Kita terbelenggu oleh produk aturan undang-undang yang dibuat sendiri. Kadang juga suka ribut untuk kepentingan jabatan dan kekuasaan golongan pribadi. Namun hal ini akan jadi pelajaran dan insya Allah kasus dwi kwarganegaraan Arcandra dalam waktu dekat akan segera dirampungkan. (Baca: Denny Siregar: Pertarungan Para Bidak)

Menangis hati ini jika mengingat betapa besar perjuangan para pahlawan zaman penjajahan dahulu. Keringat darah dan nyawa mereka pertaruhkan demi mempertahankan bumi pertiwi yang dicintai. Kini setelah 71 tahun kemerdekaan berhasil diraih, justru kita banyak yang kurang perduli.

Wahai tunas bangsa yang di luar negeri, jika kalian mencintai bangsa ini maka pulanglah dan bantu Presiden Jokowi. Lihatlah betapa serius Presiden saat ini ingin membangun bangsa yang telah lama “mati suri”. Dalam sehari beliau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk membenahi ketimpangan sosial yang dialami bangsa ini.

Lihatlah pembangunan infrastruktur sejak 2 tahun ini, lihatlah pemerataan dari Sabang sampai Merauke, semua diperhatikan oleh Presiden Jokowi. Dua wilayah di Papua Barat, Kabupaten Puncak dan Pegunungan Arfak yang sebelumnya harga BBM per liter mencapai Rp 50 ribu kini mereka dapat menikmati keadilan dengan harga yang sama seperti di Jawa dan sekitarnya.

Lihatlah di kepulauan Nias yang pasokan listriknya sejak zaman belanda tidak pernah mencukupi, disaat Jokowi datang langsung disanggupi kekurangan pasokan listrik sebesar 25 mega watt yang akan dislesaikan pada oktober tahun 2017. Jika mau bukti lebih maka silahkan pulang dan lihatlah dengan mata kepala sendiri betapa serius Pemerintahan saat ini.

Kami bangsa Indonesia butuh orang-orang pintar yang mau bekerja dan tidak butuh profesor usil yang dengan keilmuanya justru malah merendahkan Presidenya sendiri. Marilah bersatu padu membangun negeri tercinta ini bersama Presiden Jokowi. Setelah Arcandra Tahar maka akan disusul oleh Profesor George Anwar yang ahli di bidang mechanical engineering di AS, dan kemudian akan disusul oleh yang lain.

Ingatlah wahi saudaraku, kelak nanti nama kalian akan selalu dikenang sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan tercatat dalam sejarah kemajuan bangsa kita paska kemerdekaan Republik Indonesia. Saatnya Indonesia kerja nyata, bukan hanya retorika! Majulah bangsaku, majulah negeri tercintaku. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment