Inggris Dukung “Otokrasi Setan” Bahrain

qatar

Minggu, 13 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BAHRAIN – Britania Raya mendukung “otokrasi setan” di seluruh Teluk Persia untuk menekan massa, dan membangun pangkalan militer baru di Bahrain. Ini sejalan dengan “pola pikir kekaisaran usang,” kata seorang sarjana dan analis Inggris.

Dr Rodney Shakespeare dalam sebuah wawancara, mengatakan bahwa “Inggris mendukung elit lokal setan, di mana elit lokal setuju untuk menekan penduduk setempat.”

“Itu adalah situasi di Bahrain, di mana Inggris mendukung pembantaian yang dilakukan khalifah – sebuah dinasti tanpa hukum tanpa budaya apapun dan tanpa politik serta legitimasi hukum,” kata Shakespeare.

Pangeran Charles meresmikan Fasilitas Naval Support (NSF) di ibukota Bahrain, Manama, pada hari Kamis, menandai ulang tahun ke-200 dari hubungan timbal balik dengan kerajaan Bahrain.

London berencana membangun basis militer senilai £ 30 juta, yang akan dijadikan pusat tersibuk kedua untuk operasi Royal Navy setelah Portsmouth, yang memungkinkan kapal perangnya memasok dan menjalani perbaikan di wilayah tersebut tanpa harus kembali ke Inggris.

“Kami baru saja membuka sebuah pangkalan angkatan laut baru di Bahrain … untuk menjaga otokrasi setan di Teluk Persia,” termasuk Qatar, Bahrain dan Arab Saudi, ujar Shakespeare.

“Pemerintah Inggris melakukan hal ini karena memiliki pola pikir kekaisaran usang,” tegasnya.

Dalam kunjungan ke London bulan lalu, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifah menyerukan hubungan yang lebih erat antara kedua kerajaan, saat ia bertemu dengan Ratu Elizabeth, Perdana Menteri Theresa May dan pejabat Inggris lainnya.

Kesediaan Inggris untuk memperluas hubungan dengan Bahrain datang pada saat rezim Al Khalifah melakukan tindakan represif di bawah tekanan internasional untuk mengakhiri tindakan keras terhadap pemberontakan rakyat.

Ribuan demonstran anti-rezim telah mengadakan berbagai demonstrasi di Bahrain pada hampir setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai di negara itu pada tanggal 14 Februari 2011. Para pengunjuk rasa menuntut dinasti Al Khalifah melepaskan kekuasaan.

Sejumlah orang telah kehilangan nyawa mereka dan ratusan lainnya menderita luka-luka atau ditangkap sebagai hasil dari tindakan keras rezim. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment