Ingin Dapatkan Senjata Canggih, 20 Teroris Takfiri Menyusup ke Jajaran Tentara Jerman

tentara-jerman

Minggu, 06 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, JERMAN – Tentara Jerman telah menemukan 20 militan Takfiri di jajarannya yang telah terdaftar untuk memperoleh senjata dan pelatihan taktis yang digunakan nantinya dalam melawan teroris. (Baca juga: Terungkap! Beberapa Kelompok Ekstrem Terafiliasi Ku Klux Klan Aktif di Jerman)

Menurut Kontra Service Militer Jerman, MAD, Sabtu, 60 tentara lainnya saat ini di bawah pengawasan karena diduga terindikasi memiliki hubungan dengan jaringan teroris Takfiri.

MAD mencatat bahwa penyusup telah menunjukkan minat khusus mereka dalam mendapatkan senjata canggih dan pelatihan strategis yang akan membantu mereka selama serangan di dalam dan di luar Jerman.

Badan ini mencatat bahwa kantor perekrutan tentara di seluruh negeri telah melaporkan “pertanyaan individual dari pelamar yang ingin bergabung dengan Bundeswehr (militer Jerman) hanya untuk beberapa bulan dan secara eksplisit mereka tertarik dengan senjata dan pelatihan menggunkan peralatan perang”.

Selama pelatihan di boot camp Jerman, mereka direkrut dan dididik dalam menembak, keahlian menembak, ketrampilan topografi, dan membaca peta, serta dasar-dasar pengetahuan tentang hutan dan perang kota, serta bantuan di medan darurat.

Pada bulan April, Hans-Peter Bartels, Partai Sosial Demokrat (SPD) bertanggung jawab dalam urusan militer, dia mengatakan bahwa Takfirisme menjadi masalah di militer, “itu merupakan bahaya nyata bahwa kita harus menanganinya secara serius”. (Baca juga: Wakil Kanselir Jerman; Wahabisme Sumber Ideologi ISIS dan Terorisme di Dunia)

Pada akhir Agustus, Jerman mengumumkan bahwa pemeriksaan profil dan latar belakang prajurit yang luas akan dilakukan pada semua pelamar atau calon tentara Jerman.

Menurut Departemen Pertahanan, proses penyaringan baru akan dimulai pada awal Tahun Baru, karena ada indikasi bahwa teroris Takfiri “mencoba untuk memasukkan apa yang disebut “waktu singkat” prajurit ke dalam angkatan bersenjata sehingga mereka mendapatkan pelatihan”. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment