Inilah Cara ISIS Tenangkan Tawanannya Sebelum Dieksekusi

13940405000122_photoi.jpg

Kamis, 29 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Dalam banyak video eksekusi ISIS, para korban diperlihatkan tampak tenang, bahkan beberapa, terutama tawanan negara Barat, diminta untuk membacakan pernyataan tetapi bisa bersikap tenang dan langsung menghadap ke kamera untuk menggambarkan mengapa mereka ada disana.

Tampaknya aneh bahwa seseorang akan begitu tenang sebelum kematiannya. Beberapa hipotesis mengatakan bahwa para sandera itu mampu mempertahankan ketenangan mereka mungkin karena mereka tidak tahu mereka akan dieksekusi. (Baca juga: ELVIRA KARAEVA….Mata-mata Cantik Rusia yang Dieksekusi ISIS)

Namun beberapa psikolog percaya bahwa ISIS telah melumpuhkan indra pendengaran dan penglihatan dari korbannya dengan menggunakan metode khusus atau obat-obatan untuk jangka waktu tertentu dan karena itu, mereka seperti menyerah sepenuhnya pada kematian dan tidak melakukan perlawanan.

Mereka mengatakan bahwa dalam kondisi seperti itu, setiap manusia lebih memilih untuk menunggu kematian.

Psikolog lain percaya bahwa ISIS sebelumnya telah mencekoki korbannya dengan obat penenang sebelum dibunuh.

Dr. Abdolhalim Mansour mengeluarkan hipotesis lain yang mengatakan bahwa ISIS sebelumnya menyiksa korban dengan metode yang sangat rumit hingga mereka lebih suka mati daripada hidup karena mereka sadar bahwa tidak ada nasib yang menunggu mereka selain dari kematian.

Ia juga menolak hipotesis yang mengatakan bahwa mungkin beberapa korban ISIS berharap untuk diampuni dan dibebaskan. (Baca juga: Video Mengerikan Eksekusi ISIS di Afghanistan)

Pernyataannya itu disampaikan untuk menanggapi ungkapan seorang mantan anggota grup ISIS pada 2014 yang menyebut bahwa sandera asing yang ditangkap oleh kelompok teroris menjadi sasaran hinaan dan ejekan bahwa mereka akan pura-pura dipenggal, sehingga waktu pemenggalan sesungguhnya, mereka tidak menyadari akan benar-benar dibunuh, dan hal ini memberi penjelasan yang terang mengapa mereka tampak begitu tenang ketika membaca pernyataan di depan kamera.

Seorang mantan penerjemah ISIS, “Saleh”, mengatakan bahwa ia dipekerjakan oleh kelompok teror itu untuk meyakinkan para sandera asing bahwa mereka aman, sebelum mereka kemudian dipenggal hingga tewas di tangan Mohammed Emwazi, teroris radikal 26 tahun yang dikenal sebagai “Jihadi John” dan pemenggalan itu direkam untuk kemudian disebar.

Sandera seperti wartawan AS James Foley dan pekerja bantuan Inggris Alan Henning terlihat tidak nampak ketakutan ketika mereka membaca pernyataan di depan kamera sebelum dibunuh. (Baca juga: Lima Algojo Cilik ISIS Eksekusi Tawanan Kurdi; VIDEO)

Saleh mengatakan bahwa Emwazi memerintahkannya untuk meyakinkan para tawanan itu. “Ia akan mengatakan kepada saya ‘Katakan kepada mereka, tidak ada masalah, hanya video, kami tidak akan membunuh Anda, kami hanya ingin pemerintah Anda (untuk) berhenti menyerang Suriah. Kami tidak memiliki masalah dengan Anda; Anda hanya pengunjung.” (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment