Inilah Keanehan-Keanehan Dibalik Drama Propaganda Bocah di Kursi Oranye

omran-dagneesh.png

Sabtu, 20 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Gambar mengerikan dari kondisi seorang anak yang tertutup abu dan lumuran darah menjadi begitu viral di media sosial, dan mengejutkan dunia.

Gambar_Viral

Meskipun ada banyak gambar mengerikan dari Suriah, kenapa gambar ini menjadi begitu cepat viral? Apakah gambar-gambar yang lain kurang mengerikan? Kenapa gambar ini muncul bertepatan dengan kondisi teroris yang semakin terdesak dari kepungan pasukan pemerintah, dan tidak ada pilihan kecuali menyerah atau mati? Apakah ini sebuah taktik belaka untuk mencari simpati dunia agar mereka dapat keluar dari pengepungan? Bukankah korban berada di daerah yang dikuasai teroris? Coba teliti kembali siapa fotografer dan videografer yang mengambil gambar dan mefilmkan bocah di di kursi oranye itu?

Fotografer_Bocah_Kursi_Oranye

Mahmoud Raslan, seorang wartawan foto yang mengambil gambar tersebut, mengatakan kepada Associated Press bahwa para pekerja darurat dan wartawan mencoba untuk membantu anak tersebut, yang diidentifikasi sebagai Omran Daqneesh, 5 tahun, bersama dengan orang tua dan tiga saudara-saudaranya, yang berumur 1, 6 dan 11 tahun.

Namun pertanyaan sebenarnya, siapa Mahmoud Raslan?

Jika ditelusuri di internet “Mahmoud Raslan”, orang yang mengklaim sebagai “wartawan foto” pengambil gambar dan video diatas, tidak ditemukan, kecuali untuk gambar atau video bocah itu. Tak ada foto atau video mengenai perang Suriah atas nama wartawan foto tersebut. [Baca; VIRAL! Drama Kebohongan Terbaru White Helmet “Bocah Terluka di Kursi Oranye”]

Catatan media sosial Raslan lainnya, terlihat dalam sejumlah twets anehnya yang menunjukkan ironi dan kompleksitas konflik Suriah. Fotografer itu juga telah memposting foto dirinya yang berpose dengan anak 12 tahun Palestina yang disembelih oleh kelompok militan Nureddin al-Zenki.

Raslan_Militan_Nureddin_Zenki

Setidaknya salah satu dari dua orang pemenggalan anak itu telah teridentifikasi dengan jelas. Pria tepat di belakang Raslan dalam gambar selfie di sebelah kiri adalah Umar Salkho. Ia sering digambarkan media Arab sebagai pemimpin Gerakan Zenki, kelompok yang bertanggung jawab atas rekaman video yang diunggah ke internet pada 19 Juli 2016. Ironisnya, kelompok Zenki didukung AS, maka tidak mengherankan jika hasil jepretan mereka dapat begitu cepat menjadi viral dan menggemparkan dunia.

Raslan yang mengidentifikasi dirinya sebagai aktivis media di Suriah, di Facebook-nya atau sebagaimana yang diberitakan media-media mainstream, pernah membuat beberapa pernyataan publik dengan memuji-muji pelaku bom bunuh diri.

Di bawah ini screenshot dari halaman Facebook Raslan yang berbunyi sebagai berikut;

“Bersama pejuang bunuh diri, dari tanah pertempuran, para martir dari Aleppo, kami membawa kabar gembira akan datangnya suka cita (kemenangan), dengan izin Allah”.

Facebook-Raslan

Dalam status Facebook lainnya, ia menulis demikian;

“Ribuan pejuang bunuh diri dan puluhan bom sedang dipersiapkan untuk pertempuran besar di Aleppo. Pertempuran di mana saya untuk pertama kalinya melihat orang-orang menangis karena mereka tidak dapat berpartisipasi sebagai penakluk”.

Status-Facebook-Raslan

Masih banyak video dan gambar di akun media sosial milik Raslan yang bisa dijadikan bukti bahwa dia adalah seorang teroris, dan banyak melakukan propaganda untuk menyudutkan pemerintah Suriah dan sekutunya, serta mencari simpati dunia dengan rekayasa dibalik baju relawan seperti White Helmet.

Suriah telah menjadi keruh dengan perang propaganda, di mana semua pihak kini bersaing untuk menunjukkan kepada dunia sebagai orang yang tertindas. Fakta ini seharusnya membuat kita waspada dan hati-hati serta kritis dalam menanggapi video atau gambar dari anak-anak yang tidak bersalah ditampilkan dalam gambar tersebut. Bukan kita tidak terenyu atau tidak bersimpati pada anak itu, tapi motif mereka yang memuliakan kebrutalan ketika memotret korban. [Baca ; ‘White Helmet’ Tentara Teroris Bayaran Barat]

Kisah Bocah di Kursi Oranye Bukan Satu-satunya

Anak itu seharusnya ditarik dari puing-puing setelah serangan udara di distrik Qaterji Aleppo, pada Rabu Malam, daerah yang dikuasai pemberontak.

Gambar dan Video yang beredar menunjukkan dia diselamatkan dari sebuah bangunan hancur dan dibawa ke ambulans, di mana ia di kursi oranye.

Bocah kecil itu duduk tenang meskipun sekujur tubuhnya penuh dengan debu dan lumuran mirip dengan darah menutupi wajahnya, bahkan ia telihat menyentuh wajahnya dan menyeka darah tanpa menunjukkan rasa sakit. [Baca; Perang Propaganda di Suriah: ‘White Helmet’ Budak Barat]

Menurut surat kabar Telegraph, selain bocah itu, ada delapan korban lainnya, termasuk empat anak-anak lain. Sebagian besar media menggambarkan serangan berasal dari pemerintah Suriah atau Rusia. Hal itu wajar, karena video itu pertama kali diunggah di saluran Youtube pada Rabu malam oleh teroris Mahmoud Raslan yang teridentifikasi sebagai anggota kelompok Nureddin al-Zenki.

Serangan yang belum terkonfirmasi berasal dari mana, bisa jadi dilakukan oleh kelompok teroris itu sendiri, yang terbiasa membuat propaganda untuk mencari keuntungan dan memojokkan pemerintah Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan media massa Barat yang beramai-ramai melaporkan adanya dugaan serangan udara yang dilakukan oleh penerbangan Rusia di lingkungan sipil kota Aleppo, Suriah, pada 17 Agustus lalu. [Baca ; Rusia Pastikan Tak Pernah ada Serangan Udara di Lingkungan “Bocah di Kursi Oranye”]

Ada banyak pertanyaan, mengapa gambar ini begitu viral, bukankah ada banyak anak-anak yang menjadi korban perang, baik di Suriah dan Irak, atau bahkan serangan brutal Saudi di Yaman?

Gambar ini tidak hanya mengguncang dunia, pejabat AS juga ikut berkomentar dalam Twitter mereka dengan menunjukkan simpati dan menyerukan perundingan dan solusi politik. Sebenarnya apa yang mereka inginkan dari gambar dan video tersebut? Apakah itu murni dari hati nurani mereka atau mereka sedang menjalankan propaganda untuk sebuah agenda besar? [Voai]

Kenapa gambar-gambar ini tidak viral?

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment