Inilah Keputusan Muktamar XXX NU yang Diedit Oleh Wahabi PKS

gus-sholah-hamka-kdz.jpg

Rabu, 2 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Politisasi agama membuat umat Islam membenci umat non islam dan juga membenci sesama umat Islam lainnya (yang dianggap tidak sejalan/tidak mendukung). Tidak cuma itu saja, umat islam juga dibuat meragukan kitab suci Al Quran dengan isu “Al Quran palsu”.

Hampir semua orang tahu bahwa umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Tidak terkecuali di DKI Jakarta. Itu sebabnya banyak partai politik di Indonesia yang tergiur untuk memanfaatkan banyaknya umat Islam di Indonesia. Sebab dalam pemilihan umum ataupun pilkada, satu suara saja sangat berarti. Apalagi jika mampu mendapatkan suara mayoritas (umat Islam) ini bisa saja memenangkan partainya dalam pemilihan tersebut.

Upaya penggiringan umat Islam ke dalam pusaran politik di Pilkada DKI Jakarta sudah mulai dirasakan banyak orang. Umat Islam sendiri sebaiknya sudah mulai cerdas agar tidak terseret arus politik Pilkada DKI dan tidak mudah dimanfaatkan oleh salah satu pihak peserta Pilkada DKI Jakarta.

Kali ini, demi mendapat dukungan dari kaum Nahdliyin (NU), Keputusan Muktamar XXX NU di Lirboyo pun di edit. Awalnya pada tanggal 23 Oktober 2016 salah satu pengguna twitter dengan akun @Hamka_Kdz mengajukan pertanyaan kepada @Gus_Sholah (Salahuddin Wahid) yang merupakan adik kandung dari Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur.

hamka-kdz

Pertanyaan dari @Hamka_Kdz seperti yang tertera di gambar di atas adalah: Assalamualaikum, apa benar ini Kyai @Gus_Solah? Terima kasih (ditambah dengan emoticon senyum). @Hamka_Kdz melampirkan gambar tentang Hukum Memilih Pejabat Dari Kalangan Non Muslim – Keputusan Muktamar NU (Keputusan Muktamar XXX NU di Lirboyo Tanggal 21 s/d 27 Nopember 1999). Yang isinya :

Pertanyaa;

Bagaimana hukum orang Islam menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam?

Jawaban;

Umat Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam kecuali dalam keadaan darurat.

Pada tanggal 24 Oktober 2016 @Gus_Sholah (Salahuddin Wahid) menjawab dengan kata: “benar itu keputusan muktamar Lirboyo”

gus-sholah-hamka-kdz

Tidak butuh waktu lama, pada tanggal itu juga jawaban dari Gus Sholah langsung di Sceenshot oleh Portal Piyungan dan dijadikan berita dengan judul : “Gus Sholah : Keputusan Muktamar NU di Lirboyo Orang Islam Tidak Boleh Memilih Pemimpin Non-Islam. [Klik link ini; Gus Sholah]

portal-piyungan

Dan tidak lupa sebagai tambahan berita, portalpiyungan menuliskan kata-kata : Keputusan/Fatwa NU sudah final sejak 1999. Jadi jangan ada lagi yang ngaku-ngaku NU, ngaku-ngaku santri NU, malah memilih atau mengajak untuk memilih pemimpin non muslim, atau malah menjadi Timsesnya. Naudzubillah..

portal-piyungan2

Dan berita tersebut mulai tersebar ke berbagai portal berita lainnya, sebagian besar mengutip langsung dari berita portal piyungan.

Jika anda mengetikkan pertanyaan dari netizen tersebut di google.com dan memulai pencarian, maka akan muncul portal berita yang memposting berita yang mirip dengan berita di portalpiyungan.

Bahkan ada juga beberapa portal berita yang menyalin langsung dari portal piyungan dengan menampilkan sumber tentunya.

Dimana letak editannya, dan apa maksud dari pengeditan tersebut?

Yuk kita perhatikan lagi gambar di pertanyaan @Hamka_Kdz.

hamka-kdz-kepada-gus-sholah

Sumber : Twitter.com

Biar lebih jelas kita perbesar gambarnya dan difokuskan pada bagian jawaban. Lihat gambar di bawah ini;

hamka-kdz-kepada-gus-sholah-editan

Hasil perbesaran gambar.

Sumber: Koleksi pribadi Sudah terlihatkah?

Disana ada kata-kata yang dihilangkan. Diedit dengan cara dihapus. Kalau kita jeli, kita akan melihat jejak bekas penghapusannya.

Kira-kira kata apa yang hilang? Apakah banyak atau sedikit?

Yuk kita lihat sebenarnya seperti apa gambar yang sesungguhnya.

muktamar-nu-1

muktamar-nu-2

Gambar sengaja saya potong menjadi 2 bagian agar terlihat lebih jelas.

Kalau dilihat dan dibandingkan lagi antara gambar pada pertanyaan @Hamka_Kdz dengan gambar dari sumber aslinya ternyata ada kata yang menurut saya sengaja dihilangkan.

Kata yang dihilangkan adalah kata “yaitu”. Dan jika diperhatikan dengan teliti ada banyak editan disana.

Gambar pertanyaan @Hamka_Kdz

hamka-kdz-kepada-gus-sholah-5

Gambar Keputusan Muktamar XXX NU

muktamar-nu-xxx

Selain menghilangkan kata “yaitu”, ada 3 garis tebal panjang. 2 garis membatasi judul dan 1 garis lagi dibagian bawah membatasi seakan-akan isi dari Keputusan Muktamar XXX NU di Lirboyo hanya sampai kata darurat.

Pengaruh garis tersebut bagi sebagian orang akan menganggap bahwa hasil keputusan tersebut cuma sampai kata darurat, dan tidak ada lanjutannya lagi.

Kejadian ini mengingatkan saya pada kejadian penghilangan kata “pakai” pada kasus editan video Ahok oleh Buni Yani.

Penghilangan kata “yaitu” oleh “seseorang”, yang dipakai sebagai lampiran gambar oleh akun @Hamka_Kdz menjadikan beberapa orang menganggap bahwa Keputusan Muktamar XXX NU di Lirboyo berhenti pada kata darurat. Dan stop disana, tidak ada kelanjutannya lagi.

Kelanjutan dari hasil muktamar ini ini masih cukup panjang yang menurut perkiraan saya sengaja disembunyikan. Karena jika kelanjutan kata-kata ini muncul maka “tujuan” tidak akan tercapai. Malah bisa jadi boomerang yang berbalik arah menjadi senjata makan tuan yang memporak-porandakan tujuan mereka.

Jika dilihat dari gambar diatas, atau jika kita lihat link aslinya yaitu : http://www.fikihkontemporer.com/2014/01/hukum-memilih-pejabat-dari-kalangan-non.html.

Buat umat Islam, jadilah umat Islam yang cerdas dalam menyikapi keadaan agar tidak bisa dipermainkan dan dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mencapai tujuan mereka. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment