Inilah Para Habaib Keturunan Nabi yang Turut Serta Isi Perjuangan NKRI

13920938_1774311002812451_2992335818781218408_n.jpg

Rabu, 17 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresinya yang kedua. Presiden, Wakil Presiden dan beberapa pejabat tinggi Indonesia akhirnya ditawan Belanda. Namun, pada saat-saat genting dimana Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta dikepung oleh Belanda, Soekarno sempat memanggil salah satu ajudannya, Mayor M. Husein Mutahar (Sayyid Husein Muthahar). Sang ajudan lalu ditugaskan untuk menyelamatkan bendera pusaka itu. Penyelamatan bendera pusaka ini merupakan salah satu bagian “heroik” dari sejarah tetap berkibarnya Sang Merah putih di persada bumi Indonesia. Saat itu, Soekarno berucap kepada Mutahar: “Apa yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu. Dengan ini aku memberikan tugas kepadamu pribadi. Dalam keadaan apapun juga, aku memerintahkan kepadamu untuk menjaga bendera kita dengan nyawamu. Ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan tidak kepada siapapun kecuali kepada orang yang menggantikanku sekiranya umurku pendek. Andaikata engkau gugur dalam menyelamatkan bendera ini, percayakanlah tugasmu kepada orang lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku sendiri sebagaimana engkau mengerjakannya”. Ini salah satu sejarah yang mungkin tidak banyak orang Indonesia tahu. Mayor Husein Mutohar adalah salah satu anak negeri keturunan Nabi dan banyak lagi dari keturunan Nabi yang ikut memperjuangkan NKRI dari penjajah. (Baca juga: Penjaga Sang Saka Merah Putih Yang Terlupakan)

Para Pejuang Kemerdekaan

Ustad Abu Janda Al-Boliwudi dalam akun facebooknya juga memberikan sebuah tulisan penghormatan kepada para pahlawan yang tidak banyak dikenal rakyat. Keturunan Nabi saja cinta Bendera Merah Putih, cinta Pancasila, cinta Bhinneka menghargai perbedaan, lah ente baru belajar islam kemaren sore udah berani haramkan hormat bendera.. NGACA TONG! (Baca juga: Ustad Abu Janda: Kelompok Khilafah-Radikal Khianati NKRI Harus di Usir)

HABIB HUSEIN MUTAHAR

Habib Husein Mutahar (alm) adalah pemerakarsa UPACARA HORMAT BENDERA sang saka merah putih. Almarhum yang memimpin langsung pengerekan bendera pusaka saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Almarhum juga salah satu pendiri (cikal bakal) pembentukan PASKIBRAKA (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) yang tradisinya berlanjut sampai hari ini. Tak hanya itu, Habib Husein juga pengarang lagu “Hari Kemerdekaan”.

HABIB IDRUS AL-JUFRI

Habib Idrus Al-Jufri adalah seorang pejuang kemerdekaan yang mengobarkan semangat para pejuang melalui tulisan & syair-syairnya. Salah satu syair almarhum berbunyi:

“Bendera kemuliaan berkibar di angkasa! Sungguh hari kebangkitannya ialah hari kebanggaan. Tiap bangsa memiliki simbol kemuliaan, dan simbol kemuliaan kami adalah merah putih!”.

HABIB SULTAN HAMID II

Habib Syarif Hamid II adalah seorang Sultan di Kerajaan Pontianak, sehingga dipanggil Sultan Hamid. Almarhum adalah perancang lambang Burung Garuda Pancasila yang menjadi simbol resmi negara Indonesia.

Pancasila yang ente sebut Berhala Thogut, DIRANCANG OLEH KETURUNAN NABI, Bendera merah putih yang ente hinakan, DIMULIAKAN OLEH KETURUNAN NABI, Hormat bendera yang ente haramkan, DIPRAKARSAI OLEH KETURUNAN NABI, Karena siapapun yang ingin mengganti falsafah Pancasila, siapapun yang mengharamkan hormat bendera tak lebih dari BANDIT yang bersembunyi dibalik kedok Agama. DIRGAHAYU RI KE-71. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment