Inilah Statistik Pembunuhan Paling Mengejutkan di Brazil

brazil

Rabu, 2 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, BRASILIA – Laporan terbaru oleh Forum Keamanan Publik Brasil menyatakan bahwa ada lebih banyak orang telah dibunuh selama beberapa tahun terakhir di Brasil daripada di perang Suriah. Radio Sputnik membahas temuan mengejutkan ini dengan analis politik Jorge Mascarenhas Lasmar.

“Statistik mengatakan bahwa setiap sembilan menit satu orang tewas di Brasil. Ini benar-benar mengejutkan,” kata Lasmar kepada Sputnik, Minggu (30/10).

Menurut Lasmar, Profesor Politik Internasional di Universitas Katolik Brasil, Belo Horizonte, angka yang sebenarnya bahkan mungkin jauh lebih tinggi. Di daerah, di mana pemerintah tidak memiliki control ketat terhadap situasi, banyak pembunuhan bisa saja tidak terdaftar.

Menjawab pertanyaan mengapa masalah ini belum banyak dibahas dalam masyarakat, Lasmar mengatakan bahwa masyarakat Brasil cenderung mengabaikan masalah yang muncul di dalam negeri.

“Saya kira ini masalah budaya. Masyarakat Brasil cenderung menutup mata untuk masalah dalam negeri,” katanya.

Jumlah total korban tewas berjumlah hampir 280.000 orang antara 2011-2015, kata sebuah laporan dari LSM yang berbasis di São Paulo itu. Sementara, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sekitar 260.000 orang tewas selama periode yang sama di Suriah.

Lasmar berharap bahwa temuan ini akan membuka mata warga Brasil terhadap permasalahan ini.

“Kami sangat perlu mengubah kebijakan kami. Kami membutuhkan kebijakan federal pada keamanan untuk melawan kejahatan kekerasan,” kata ahli tersebut.

Laporan terbaru Forum Keamanan Publik Brasil itu juga menyoroti masalah kebrutalan polisi yang dianggap sebagai epidemi oleh banyak pihak. Lasmar juga menekankan bahwa kekerasan polisi merupakan salah satu aspek yang paling penting dari masalah keamanan di Brasil.

“Juga, isu lain yang harus kami hadapi adalah kekerasan polisi. Di Brasil, dalam enam hari polisi telah membunuh lebih banyak orang daripada di seluruh Inggris selama 25 tahun terakhir. Jadi kita pasti perlu membuka mata kita dan mengembangkan kebijakan mendesak (…) untuk mengubah itu, “pungkasnya. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment