Inilah Tanggapan Jokowi dan Ketua MPR Terkait Penangkapan Terhadap 10 Pelaku Makar

makar

Jum’at, 2 Desember 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Di Mabes Polri mengumumkan penangkapan 10 orang pagi tadi. Terkait apa?

“Berkaitan dengan ditangkapnya 10 orang tadi pagi antara pukul 03.00 sampai pukul 06.00 WIB. Inisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK,” kata Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

8 Orang diantaranya dikenakan pasal 107 jo pasal 110 jo pasal 87 KUHP. Sementara 2 orang lain dikenakan UU ITE.

“Saat ini mereka sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan terhadapnya di Mako Brimob Kelapa Dua. Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan di sana untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Tanggapan Presiden Jokowi dan Ketua MPR

Presiden Joko Widodo tak mau memberikan tanggapan saat ditanya atas penangkapan yang dilakukan polisi terhadap delapan orang atas dugaan makar.

Ia meminta agar soal itu ditanyakan kepada Polri. “Tanyakan saja ke Kapolri,” ujar Jokowi di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa masyarakat harus bisa memilah-milah kelompok yang turun ke jalan pada hari ini.

“Tolong dipilah yang di Monas, yang nanti doa bersama, dan ada yang di DPR, dan ada yang lainnya,” ujar Jokowi.

“Tolong tanyakan secara detail kepada Kapolri,” kata dia.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menanggapi penangkapan sejumlah tokoh Gerakan Selamatkan NKRI karena dugaan makar. Mereka yang ditangkap akan menemui ketua MPR untuk memberikan maklumat agar segera dilakukan sidang istimewa.

“Saya baru baca beritanya, ya memang sudah kita sampaikan kalau ada yang mau ke MPR, yang mau makar, menduduki DPR kan sudah saya sampaikan, bahwa sudah ada kesepakatan antara MUI dengan Habib Rizieq dan ulama, kegiatan fokus di Monas,” kata Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

Menurutnya, kalau ada yang mau memaksakan diri ke DPR/MPR maka berarti mengingkari kesepakatan. Ia khawatir kalau massa diarahkan ke luar dari Monas akan melanggar ketertiban umum. Sehingga ketika  berada di luar Monas itu sudah menjadi hak aparat keamanan.

“Kalau aspirasi boleh saja tapi jangan hari ini. Kita kan sudah disepakati di sana. Bisa minggu depan. Orang sampaikan aspirasi boleh karena rumah rakyat, yang hari ini disepakati di Monas, agendanya itu, kalau ada agenda lain bisa disalahpahami, bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu,” kata Zulkifli.

Ia menegaskan kalau ada massa yang datang ke DPR/MPR maka dipastikan akan ditolak. Sebabnya ia menilai mengurus massa yang jumlahnya jutaan orang tak mudah. Apalagi massa juga banyak datang dari berbagai daerah.

“Kalau ada yang mau sampaikan aspirasi, silakan minggu-minggu lain, hari masih banyak di Januari, kan MPR tak kemana-mana. Tidak akan menerima masuk orang kemari karena sudah disepakati adanya di Monas. Kalau ada yang ke sini tiba-tiba tentu bisa menimbulkan kesalahpahaman, bisa juga orang terprovokasi,” kata Zulkifli. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment