Inilah Tujuan Licik Serangan AS terhadap Tentara Suriah Menurut Rusia

139304210914373773184624-e1474191538873.jpg

Minggu, 18 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Upaya mendadak AS untuk “membantu” tentara Suriah dalam memerangi ISIS di timur kota Deir Ezzur, yang kemudian berujung pada serangan yang menewaskan dan melukai puluhan tentara, terlihat seperti kesalahan yang disengaja. Hal ini diungkap utusan Rusia untuk PBB kepada para wartawan pada pertemuan DK PBB yang berlangsung hari ini, Minggu (18/09).

“Hal ini sangat mencurigakan bahwa Amerika Serikat memilih untuk melakukan serangan udara ini khusus pada saat ini,” kata Duta Besar Rusia, Vitaly Churkin.

Churkin mempertanyakan mengapa AS tiba-tiba memilih untuk “membantu” tentara Suriah membela Deir ez-Zor setelah bertahun-tahun, mengingat bagaimana selama ini pasukan Amerika memilih hanya mengamati gerakan para teroris ‘dan tidak melakukan “apa-apa ketika ISIS maju menguasai Palmyra.”

“Itu cukup signifikan dan tidak mungkin sebuah kecelakaan, bahwa hal itu terjadi hanya dua hari sebelum kesepakatan Rusia-Amerika seharusnya sampai pada kekuatan penuh,” tambah Churkin.

Churkin juga mempertanyakan mengapa AS memutuskan untuk merahasiakan dan tidak mau berbagi ke publik atau bahkan kepada Dewan Keamanan, mengenai teks kesepakatan AS-Rusia yang telah dicapai di Jenewa, sebelum kemudian ia membacakan dua pasal dari dokumen itu.

Pembukaan dokumen yang ditandatangani oleh kedua negara pada 9 September berbunyi bahwa AS dan Rusia bersiap untuk melakukan “upaya bersama” guna menstabilkan situasi di Suriah dengan penekanan khusus pada wilayah Aleppo, dan akan memisahkan kekuatan oposisi moderat dari front Al -Nusra. Bagian kedua, yang dibacakan oleh Churkin, berbunyi bahwa tujuan dari Kelompok Implementasi Bersama (JIG) adalah untuk “mengaktifkan perluasan koordinasi ” antara AS dan Rusia guna bekerja sama untuk mengalahkan Jabhat Al-Nusra dan ISIS serta mendukung proses transisi politik.

“Awal kerja Joint Implementation Group (JIG) seharusnya berlangsung pada 19 September. Jadi jika AS ingin melakukan serangan efektif pada Al-Nusra atau ISIS, di Deir ez-Zor atau di mana pun, mereka bisa menunggu dua hari lagi dan berkoordinasi dengan militer kami dan memastikan bahwa mereka menyerang pihak yang tepat. “

“Sebaliknya mereka memilih untuk melakukan operasi sembrono ini,” kata Churkin.

Ia juga mencatat bahwa AS telah menyuarakan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Suriah, mengklaim bahwa karena itu, “tidak ada alasan untuk mulai menerapkan pengaturan dari Joint Implementation Group.” Tapi pemerintah Suriah telah menyingkirkan semua rintangan untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan hingga AS tidak punya alasan menghentikan atau menunda tanggal dimulainya JIG ini.

“Jadi bisa jadi, kita bisa menyimpulkan, bahwa serangan udara ini telah sengaja dilakukan dalam rangka menciptakan ketidakpercayaan pada operasi Joint Implementation Group dan untuk mencegah hal ini ditetapkan,” kata Churkin. ” Adalah mungkin bahwa Amerika Serikat sedang mencoba untuk menyembunyikan fakta jika mereka benar-benar tidak bisa mengontrol situasi, bahwa mereka membiarkan situasi untuk keluar dari kendali.”

Vitaly Churkin berbicara kepada wartawan setelah sempat meninggalkan rapat tertutup Dewan Keamanan PBB , yang diadakan oleh Moskow untuk memberikan kesempatan pada Washington agar memberikan penjelasan atas tindakan militernya.

Namun, alih-alih membahas masalah ini, Duta Besar AS Samantha Power segera meninggalkan ruangan untuk menemui pers dan menuduh Rusia munafik.

Percekcokan diplomatik pun semakin intens setelah Pusat Komando AS (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, meskipun serangan udara itu tidak disengaja, AS mengaku bahwa sebelumnya mereka telah memberitahu Rusia terkait rencana penyerangan.

Rusia segera membantah keras klaim tersebut dan menyebut bahwa pihaknya sama sekali tak diberitahu. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment