Isu Sektarian Senjata Ampuh Hancurkan Islam

Anti-Sara

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Kawasan Timur Tengah lagi dilanda badai perang dan pertumpahan darah yang bersumber dari provokasi Barat dan Zionis yang menggunakan Saudi sebagai bonekanya untuk menghancurkan Islam dari dalam. Isu Sektarian adalah senjata mereka untuk adu domba sesama umat Islam, oleh karena itu agar hal itu tidak merambat ke negara lain maka diadakan beberapa seminar tentang persatuan, di Indonesia di prakarsai oleh PBNU (ISOMIL), JATMAN Muktamar Internasional, dan yang terbaru di gagas oleh presiden Chechnya Ramzan Kadyrov yang bekerjasama dengan Al Azhar. (Baca: Analis Politik: Isu Sektarian Kedok Saudi dan AS Rampok Minyak Yaman)

Untuk pertama kalinya Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayib mengunjungi Republik Chechnya. Kunjungan ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari pemerintah dan rakyat Chechnya sejak beliau turun di Bandara Grozny. (Baca: Serukan Persatuan Islam Hadapi Sektarianisme, Grand Syeikh Al-Azhar Kunjungi Indonesia)

Kedatangan Grand Shaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Thayyib pada Rabu (24/8) disambut secara resmi oleh Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov, para pejabat negara dan pemuka agama di Bandara Grozny. Sambutan ini dimeriahkan oleh ratusan rakyat Chechnya yang berbaris rapi seraya mengibarkan bendera Chechnya dengan menyanyikan lagu kebangsaan di sepanjang jalan menuju istana kepresidenan. (Baca: Presiden Chechnya Sopiri Grand Syaikh Al-Azhar Saat Kunjungan ke Negaranya)

Dalam kunjungan ini dibahas tentang beberapa agenda penting terkait kerjasama antara Al-Azhar dengan Republik Chechnya. Diantaranya terkait beasiswa para pelajar Chechnya di Al-Azhar, kegiatan para dai utusan Al-Azhar di Chechnya, serta pelatihan dan penyeleksian para imam, dai dan khatib yang akan diselenggarakan di bawah pengawasan Al-Azhar. (Baca: Syeikh Azhar: Agama Tidak Mengajarkan Membunuh Orang)

Muktamar internasional dengan tema “Siapakah Ahlu Sunnah wal Jamâ’ah?” di Chechnya dibuka oleh Grand Syekh Ahmad Thayyib hari ini. Acara besar ini melibatkan lebih dari 200 ulama lintas negara. Grand Syekh dibarengi Mufti Agung Mesir Dr. Syawqi ‘Allâm, Rektor Univ. Al-Azhar Dr. Ibrahim Hud Hud, Dekan Fak. Ushuluddin Dr. Abdul Fattah ‘Awary dan Penasehat Hukum Grand Syekh Dr. Abdussalam. (Baca: Grand Mufti Al Azhar Bungkam Kelompok Penebar Sektarian, Sunni-Syiah Bersaudara)

Hari ini sejumlah ulama Al-Azhar juga telah sampai di ibu kota negara Chechnya. Diantaranya Dr. Ali Jum’ah Muhammad, Syekh Asyraf Saad, Syekh Ahmad Mahmud Syarif, Syekh Khalid Imran dll.

Jalsah iftitâhiyah Muktamar Internasional Ulama Ahlu Sunnah wal Jamâ’ah di Republik Chechnya dipimpin Grand Syekh Al-Azhar dan sambutan ditutup oleh Anggota Ulama Senior Al-Azhar Dr. Ali Jum’ah Muhammad kemudian ditutup do’a oleh Habib Umar bin Hafidz. (Baca: Wawancara Ekslusif Ulama Aswaja: Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan di Iran)

Diantara delegasi Al-Azhar yang ikut dalam kunjungan ini adalah Dr. Shauqi Allam Mufti Agung Republik Arab Mesir, Dr. Ibrahim Hudhud Rektor Universitas Al-Azhar, Muhammad Abdus Salam Penasihat Grand Shaikh, Dr. Abdul Fattah Al-Awari Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Muhammad Hussein Mahrasawa Dekan Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, Abdul Rahman Musa Penasihat Grand Shaikh untuk urusan mahasiswa asing, Tariq Anwar serta sekretaris pribadi Grand Shaikh Al-Azhar.

Poin-Poin Pidato Grand Shaikh Al-Azhar di Muktamar Internasional Aswaja Chechnya:

  • Globalisasi telah menguasai Timur dengan penyebaran berbagai penyakit dan cacat moral serta kebebasan yang kacau dan absurd.
  • Kelompok-kelompok Takfiri dengan berbagai tindakannya yang tercela sama sekali tidak ada kaitannya dengan Ahlussunnah Wal Jamaah.
  • Kalangan sektarian memanfaatkan penyimpangan sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada Sunnah, untuk menyebarkan kedengkian dan kebencian.
  • Mazhab Asyari mempresentasikan akidah salaf dengan penuh amanah dengan metodologi baru.
  • Takfir (pengafiran) adalah sebab utama pertumpahan darah bagi mereka yang membunuh kaum muslimin dengan dalih berjihad melawan orang-orang kafir.
  • Tujuan kami adalah menyatukan umat serta mencuci akal dan hati manusia dari keyakinan-keyakinan salah yang bertentangan dengan Islam.
  • Umat Islam telah hidup lebih dari seribu tahun dalam persatuan dengan berbagai keragaman dan perbedaan yang terpuji dan jauh dari perpecahan dan pertentangan yang tercelah.

Tujuh poin penting diatas yang diungkapkan oleh Grand Syaikh Azhar, initnya persatuan umat Islam dan singkirkan isu sectarian di dalam Islam, karena isu sektarian adalah senjata barat, dan Zionis Israel untuk hancurkan Islam dari dalam. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment