Jabhat Nusra Merubah Nama Menjadi Jabhat Fath al-Sham, Ideologi Tetap Teroris

Jabhat Fath al-Sham

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan perubahan nama kelompok Takfiri Jabhat al-Nusra, yang berperang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, menjadi Jabhat Fath al-Sham (The Conquest of Syria Front) tidak akan mengubah sifat teroris, dan menggambarkan langkah itu sebagai permainan kata atau kamuflase saja.

“Permainan ini bertujuan untuk menghapus kelompok ini dari organisasi teroris, tetapi citra jelek ekstremisme dan terorisme tidak dapat dimurnikan meskipun langkah tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi, pada malam Kamis.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan kebangkrutan politik dari sponsor regional mereka yang dipimpin oleh Arab Saudi sebagai pendiri dan pendukung utama al-Qaeda, Taliban, ISIS, Jabhat al-Nusra dan kelompok teroris lainnya di wilayah ini, khususnya di Suriah.

Qassemi juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan perhatian serius terhadap akar penyebab terorisme dan dampaknya, untuk menekan para pendiri dan pendukung kelompok teroris pada menghapuskan momok ekstremisme.

Sebelumnya pada hari Kamis, Jabhat al-Nusra mengumumkan terobosannya dari induk organisasi teror dengan tawaran nyata untuk mendapatkan dukungan lebih dari kekuatan asing.

Dalam pesan yang disiarkan televisi swasta pada hari Kamis, kepala Jabhat Nusra di Suriah Abu Mohammad al-Julani mengatakan bahwa kelompoknya akan berganti nama dan akan memutus hubungan dengan entitas luar Suriah.

Julani mengatakan Nusra akan berubah nama menjadi Jabhat Fath al-Sham, dan mengatakan kelompok baru ini “tidak memiliki hubungan apapun dengan pihak asing.”

Kelompok teroris Takfiri dibentuk sebulan setelah awal krisis Suriah pada Maret 2011. Kelompok ini pertama mendapatkan dukungan baik dari para ekstremis ISISh, sebelum akhirnya pecah pada 2013 dan Barat serta sekutu regionalnya seperti Arab Saudi, Qatar, Yordania dan Turki.

Pada hari Kamis (28/07), mereka mengumumkan perubahan nama sebagai langkah pertama yang diperlukan untuk melindungi kelompok al-Nusra. [VOAI]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment