Jadwal Pertemuan Obama dan Erdogan di China Semakin Dekat

Obama-Erdogan

VOA-ISLAMNEWS.COM, AMERIKA – Presiden Amerika Barrack Obama dijdwalkan akan bertemu dengan rekannya Erdogan di China guna membahas kondisi Suriah, dan tentang campur tangan militer Turki di Utara Suriah. (Baca: Laporan AS: Mustahil Kalahkan ISIS Selama Erdogan Masih Berkuasa)

Penasehat presiden Amerika, Ben Rhodes, mengumumkan saat konfrensi persnya pada hari senin (29/08), bahwa  pertemuan kedua kepala Negara tersebut yang akan diselenggarakan saat puncak acara KTT ke 20 di Hangzhou, dalam pertemuan ini akan dibahas tentang kampanye untuk melawan ISIS dan pentingnya persatuan.

Pihak Gedung putih di Washington berkata ”kami mendukung Turki dalam upayanya untuk menjaga perbatasannya dan menghabisi ISIS di Jarablus”, akan tetapi dia menegaskan bahwa Amerika tidak mendukung Turki mengamankan Jarablus, dan Suriah utara untuk melawan kekuatan demokrasi Suriah, karena hal ini akan menyulitkan Suriah dalam memerangi ISIS, Washington juga mengungkapkan keprihatinannya akan intervensi militer Turki di Suriah Utara. (Baca: Upaya Penghentian Konflik Hanya Trik AS Beri Kesempatan Pemulihan Bagi Kelompok Teroris)

Departemen pertahanan Amerika menilai bahwa bentrokan yang terjadi di Suriah utara tidak bisa diterima, dan ia mengajak pada pihak yang terkait untuk menghentikan peperangan.

Dan ini adalah pertemuan pertama antara Obama dan Erdogan sejak gagalnya Kudeta di Turki 15 Juli lalu. Dalam konteks lain, pihak gedung putih mengatakan bahwa mereka tidak memiliki keyakinan bisa mempertemukan Obama dan Putin, namun mungkin saja ada kesempatan untuk bisa membahas situasi di Suriah dan ketegangan di Ukraina.

Adapun penasehat Obama, Rhodes, menyatakan bahwa negaranya tidak mencapai kata kesepakatan dengan Rusia tentang Suriah, Rhodes menegaskan bahwa jendela gencatan senjata untuk Suriah akan ditutup, maka seharusnya Rusia bergerak cepat. (Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: Idolaku Penuh Dengan ‘Ilusi Religius’)

Sementara itu, Menhan AS, Ashton Carter, meminta Turki untuk hanya fokus pada untuk menargetkan serangan kepada Daesh,  dan “Kami telah meminta kepada Turki untuk tetap fokus pada memerangi Daseh (ISIS/ISIL) dan tidak terlibat perang dengan Angkatan Pertahanan Suriah, dan kami sudah memiliki sejumlah kontak selama beberapa hari terakhir,” tutur Carter kepada wartawan. (voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment