Ja’fari: Arab Saudi, Qatar dan Turki ‘Pemeras Politik’ Rakyat Suriah

utusan_suriah_di_pbb.jpg

Rabu, 27 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK,  – Duta besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Ja’afari, mengatakan Arab Saudi, Turki dan Qatar bertanggung jawab atas nasib rakyat Suriah.

Berbicara pada sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi kemanusiaan di Suriah, Ja’afari menyerukan Riyadh, Ankara dan Doha untuk berhenti mendukung kelompok teroris di negaranya.

Dia mengatakan tidak akan ada akhir penderitaan rakyat Suriah melalui “pemerasan politik,” dan menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di negaranya adalah dengan berjuang melawan “terorisme.”

Ja’afari lebih lanjut mengatakan beberapa negara sengaja mengabaikan alasan sebenarnya di balik krisis kemanusiaan di Suriah.

Dia juga mengkritik Ankara yang diam dan membiarkan masuknya puluhan ribu teroris ke Suriah.

BACA;

  1. FSA Tentara Proxy AS dan Inggris di Suriah.
  2. Rekam Jejak Amerika Berbau Mesiu dan Amis Darah di Timur Tengah.
  3. Trio Bandit “AS, Israel, Saudi” Tak Ingin Ada Perdamaian di Suriah dan Yaman.

“Kami mengimbau kepada negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk membantu pemerintah Suriah dengan memberikan tekanan pada pemerintah Turki untuk menutup perbatasannya… tapi tidak ada yang menanggapi itu,” katanya.

Turki terbukti menjadi salah satu pendukung utama kelompok militan yang beroperasi di Suriah, dengan laporan yang mengatakan bahwa Ankara aktif melatih, mempersenjatai dan memfasilitasi perjalanan yang aman bagi para militan yang ingin menyeberang ke Suriah.

Suriah telah dicengkeram oleh militansi yang didukung Barat dan sekutu regionalnya, seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, Yordania dan Turki, sejak Maret 2011. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment