Jared Kushner Muluskan Jalannya Trump Menuju Gedung Putih

000_i06gt-e1479953662223.jpg

Kamis, 24 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Menantu terpilih Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner yang berusia 35 tahun, memiliki peran besar atau bahkan mungkin sangat menentukan dalam kemenangan kandidat dari Partai Republik itu dalam pemilihan presiden AS. Hal ini diungkap majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat, Forbes.

“Jared Kushner adalah kejutan terbesar dari pemilu 2016,” ungkap Eric Schmidt, ketua induk perusahaan Google Alphabet, pada sebuah wawancara yang diterbitkan dalam artikel berjudul “How Jared Kushner Won Trump The White House (Bagaimana Jared Kushner Memenangkan Gedung Putih untuk Trump) “. Yang terbaik saya bisa saya katakan adalah bahwa dia benar-benar menjalankan kampanye (untuk Trump).” (Baca juga:“Penipu Besar”, Donald Trump Seperti Adolf Hitler)

Majalah Amerika itu menulis bahwa menurut Schmidt, kecuali jarinya yang selalu gatal di Twitter, sebenarnya Trump adalah seorang Luddite (anti tekhnologi). Ia dilaporkan hanya mengetahui kabarnya dari media cetak dan televisi, dan versi e-mailnya adalah dengan menulis catatan tangan yang kemudian akan dipindai dan dilampirkan asistennya. Di antara mereka yang berada dalam lingkaran dekatnya, Kushner adalah pilihan alami untuk membuat kampanye modern baginya.

“Saya menelepon beberapa teman saya dari Silicon Valley, beberapa pemasar digital yang terbaik di dunia, dan bertanya bagaimana Anda membuat skala atas hal ini,” Kushner mengatakan, “Mereka memberi saya subkontraktor mereka.” (Baca juga:Flynn Sosok Anti Islam Diangkat Sebagai Penasehat Keamanan Nasional Oleh Trump)

Suami dari Ivanka Trump itu mempelajari bagaimana menggunakan penargetan-mikro Facebook. Majalah Forbes menuliskan, “Kampanye Trump dimulai dari menjual topi senilai 8.000 dolar dan barang-barang lainnya dalam sehari hingga mencapai 80.000 dolar, menghasilkan pendapatan, memperluas jumlah billboard manusia dan membuktikan konsep. Dalam tes lain, Kushner menghabiskan 160.000 dolar untuk mempromosikan serangkaian video berteknologi rendah yang memperlihatkan Trump sedang berbicara langsung di depan kamera yang hal itu secara kolektif menghasilkan lebih dari 74 juta pemirsa. “

Pada bulan Juni, Kushner mengambil alih semua usaha berbasis data. Brad Parscale dari Texas menjadi tangan kanannya yang menciptakan hub data kampanye.

“Kami tidak takut untuk melakukan perubahan. Kami tidak takut gagal. Kami mencoba untuk melakukan hal-hal yang sangat murah, sangat cepat. Dan jika itu tidak bekerja, kami akan membunuhnya dengan cepat,” kata Kushner. “Ini berarti membuat keputusan yang cepat, memperbaiki hal-hal yang rusak dan membuat skala terhadap hal-hal yang bekerja.”

Majalah tersebut juga menulis bahwa Operasi Data segera ditentukan menyusul setiap keputusan kampanye: wisata, penggalangan dana, iklan, lokasi, bahkan topik pidato dalam kampanye.

“Sistem Kushner, dengan margin tinggi dan data pemilih setiap menit, menyediakan kas yang cukup dan wawasan tentang bagaimana menghabiskan uang itu. Ketika kampanye menunjukkan daftar fakta bahwa momentum di Michigan dan Pennsylvania mulai berubah condong kepada Trump, Kushner melepaskan iklan-iklan di TV yang sudah disesuaikan, reli dukungan di menit-menit terakhir dan ribuan relawan untuk mengetuk pintu-pintu dan membuat panggilan telepon. “

Miliarder News Corp, Rupert Murdoch, mengasumsikan bahwa untuk tahun ke depan Kushner akan “memiliki suara yang kuat, bahkan mungkin yang terkuat setelah wakil presiden.” (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment