Jokowi Bertekad Berantas Radikalisme di Indonesia

aksi-demo-jakarta-411.png

Kamis, 24 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo mengatakan akan bertindak tegas untuk “mencegah pertumbuhan radikalisme,” dalam merespon rumor bahwa ekstrimis berencana akan menggelar demo pada 2 Desember mendatang.

“Pemerintah bertekad untuk mencegah pertumbuhan radikalisme di negeri ini,” kata Widodo kepada wartawan di ibukota Jakarta, pada hari Selasa (22/11).

Pernyataannya muncul setelah lebih dari 100.000 orang memenuhi jalan-jalan ibukota pada 4 November, menyerukan penggulingan Gubernur Jakarta atas dugaan penistaan agama.

Ahok telah terlibat dalam kontroversi sejak mengutip surat al-Maidah ayat 51, yang lawan-lawannya menganggap sebagai penghinaan.

Gubernur etnis Tionghoa itu telah meminta maaf dan mengatakan dia tidak berniat untuk menghina siapa pun, namun polisi telah membuka penyelidikan dan menjadikannya tersangka. Ahok terancam hukuman maksimal lima tahun penjara jika terbukti bersalah menurut hukum penistaan agama di Indonesia.

b50d8413-c117-47b9-a476-15405e7179ba

Para pengamat mengatakan lawan Presiden Jokowi telah menggunakan sentimen agama untuk melemahkan presiden. Para pejabat mengatakan telah ada alarm bahaya yang tumbuh di dalam pemerintah sejak awal November mengenai protes besar-besaran.

Pada hari Senin, Kapolri Tito Karnavian memperingatkan bahwa beberapa kelompok tertentu mungkin mencoba menyerbu parlemen selama aksi unjuk rasa berlangsung, yang diperkirakan akan diselenggarakan pada hari Jumat 2 Desember.

“Ada agenda tersembunyi kelompok-kelompok tertentu untuk masuk dan menduduki parlemen … Jika tindakan ini dimaksudkan untuk menggulingkan pemerintah, itu adalah makar dan melanggar hukum,” katanya seperti dikutip berbagai media.

Presiden Jokowi telah menyalahkan “aktor politik” yang mengipasi kekerasan yang meletus dalam demonstrasi massa. Dia juga telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan para pejabat politik, agama dan militer senior untuk memberikan peringatan terhadap kerusuhan lebih lanjut.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, telah bergulat dengan militan Takfiri selama bertahun-tahun. Pemerintah telah meluncurkan tindakan keras pada jaringan militan sejak bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang.

BNPT juga telah menyatakan bahwa sekitar 500 orang Indonesia telah melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk bergabung dengan kelompok teroris Daesh/ISIS dan kelompok teroris Takfiri lainnya. Hampir 100 orang diyakini telah kembali ke negara Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir. [voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment