Kamp-Kamp Pengungsi Yunani Penuh Dengan Kasus Pelecehan Seksual

Refugees in camp at border of Greece and Macedonia near town of Idomeni. The refugees are being stopped from moving beyond Greece and have been languishing in the rain and the mud and the cold with insufficient food and medical care while sleeping in  small tents. 
by James Nachtwey

Minggu, 15 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ATHENA – Kelompok-kelompok Amal dan hak asasi manusia memperingatkan bahwa anak-anak berumur tujuh tahun telah mengalami kekerasan seksual di kamp-kamp pengungsi resmi Eropa di Yunani.

Mengutip pernyataan kelompok-kelompok tersebut, mingguan Inggris, The Observer, melaporkan pada hari Sabtu (13/08) bahwa beberapa kamp pengungsi di Yunani begitu tidak aman hingga anak-anak terlalu takut untuk meninggalkan tenda mereka di malam hari. (Baca juga:Yunani Kirim 750 Pengungsi Kembali ke Turki)

Di fasilitas Sofex yang dijalankan oleh pemerintah Yunani dan terletak di pinggiran utara kota Thessaloniki, tingkat risiko pelecehan seksual begitu akut hingga membuat para perempuan takut untuk pergi ke toilet sendirian di malam hari.

Yvette Cooper, anggota parlemen ketua satuan tugas pengungsi dari partai Buruh Inggris, telah menekankan bahwa temuan terbaru tentang situasi di tempat penampungan pengungsi “harus membuat malu kita semua”. Ia mendesak agar segera diambil tindakan untuk melindungi anak-anak yang rentan tersebut. (Baca juga:Turki Ancam Tinggalkan Kesepakatan Pengungsi)

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menegaskan bahwa mereka telah mengangkat masalah ini kepada otoritas Yunani.

“Ini adalah sebuah isu mengenai Softex dan lainnya. UNHCR telah meningkatkan keprihatinan mengenai hal ini, khususnya tentang masalah ini [kekerasan seksual], mengatakan bahwa “kami tidak berpikir bahwa (situasi) ini akan aman bagi perempuan dan anak-anak. Kami telah mengangkat isu keamanan lagi dan lagi. Ini adalah sebuah masalah, ini sedang dibahas, “katanya. (Baca juga:Turki Peras Para Pengungsi Suriah)

Pada bulan Mei, pemerintah Yunani menutup pusat akomodasi pengungsi informal Idomeni dekat perbatasan Macedonia. Setelah itu, serangkaian kamp pemerintah dibangun dekat Thessaloniki.

Kamp Softex memiliki populasi 1.400 orang, dengan 60 persen dari mereka diyakini berasal dari Suriah, di antaranya sekitar 170 anak-anak. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment