Kapolda Jatim Desak Soekarwo Keluarkan Perda Pelarangan HTI

irjen-pol-anton-setiadji

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Gerakan HTI akhir-akhir ini semakin meresahkan stabilitas Negara, gerakan mereka semakin berani dan tampak ingin berhadapan dengan pemerintah, hal ini juga akan mengakibatkan sebuah kudeta seperti di Turki dan beberapa Negara, di beberapa Negara Timur Tengah dan Barat HTI di cekal karena gerakan ini menjadi sebuah ancaman bagi Negara.

Baru-baru ini Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji, meminta Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, untuk menerbitkan peraturan daerah (Perda) pelarangan organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (Baca: Inilah Slogan Pembodohan HTI-Kelompok Khilafah yang Ingin Hancurkan NKRI)

Upaya ini dilakukan untuk mencegah peningkatan ideologi radikalisme di masyarakat. Khususnya upaya HTI membentuk pemerintahan berbasis khilafah di Indonesia. (Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

“Ini karena dasar keormasan HTI sendiri, tidak mengakui Pancasila,” kata Anton usai mengisi diskusi Peran Polri dalam Menangkal Radikalisme di Twin Tower Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya, Rabu (7/9/2016).

Anton menjelaskan, selain menunggu proses pengajuan ini, Polda dan Kejaksaan sudah mendalami dan menganalisis kasus radikalisme yang bisa mengancam NKRI. (Baca: Dukung HTI Anti Pancasila, Walikota Bogor ‘Bima Arya’ Digerebek 25 Ormas)

“Sejak kasus Bondowoso sudah kami sampaikan. Ini akan melibatkan pemerintah daerah. Bila Perda itu sudah ada, maka seluruh kegiatan HTI akan dilarang. Kami ingin Jawa Timur yang mengawali,” tambahnya.

Sementara Abdul A’la, Rektor UINSA ikut berkomentar terkait adanya ormas HTI yang berkembang di kampus-kampus. Pihaknya akan tegas melarang segala kegiatan yang bertentangan dengan ajaran keagamaan di UIN.

“Organisasi HTI di kampus UINSA ini merupakan organisasi ekstra atau di luar kampus. Meski begitu jika itu bertentangan tentu akan kami tindak lanjut,” tegasnya seperti dilansir tribunnews.com. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment