Kashmir Dilanda Kekejaman, Hampir Seluruh Dunia Diam

kashmir-e1470535685666.jpg

Minggu, 7 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, KASHMIR – Antara 9 dan 31Juli, pasukan pendudukan India telah menembak mati 74 orang warga Kashmir, kebanyakan dari mereka adalah para pemuda, tetapi ada juga beberapa anak dan wanita. Dalam taktik baru, penggunaan senjata pelet telah mengakibatkan ratusan pemuda menjadi buta akibat terkena pelet baja berlapis karet. Jika saja hal ini terjadi pada pemerintahan Muslim, pasti telah muncul berbagai protes atas kejahatan tersebut, akan ada penghukuman secara universal. Dalam kasus India, hanya ada keheningan . Mengapa?

Sejak 8 Juli ketika Burhan Wani, seorang pemuda pejuang kemerdekaan Kashmir, dipancing ke dalam perangkap dan dibunuh dengan darah dingin oleh tentara pendudukan India, Kashmir segera berkobar dalam keadaan pemberontakan. Di pemakaman Wani ini, lebih dari 200.000 masyarakat turun ke jalan-jalan meskipun sedang berlaku jam malam resmi.

Hari ini (7Agustus) adalah hari ke-30 jam malam berlaku di Kashmir. Akibatnya, masyarakat menderita kekurangan mengerikan. Tetapi warga Kashmir tidak menyerah dalam perjuangan mereka melawan kebrutalan polisi India. Dalam tiga minggu sejak pembunuhan Wani ini, 74 pemuda Kashmir lainnya, kebanyakan dari mereka pemuda pelempar batu telah dibunuh, menurut statistik yang dikumpulkan oleh Kashmir Media Service (KMS).

Beberapa statistik terkait lainnya sesuai angka KMS (1 Agustus 2016) adalah sebagai berikut:

228 Orang Disiksa / Kritis Terluka (Termasuk cedera mata serius)

346 Warga sipil Ditangkap

90 Perempuan Kashmir diperkosa oleh pasukan India.

Pemerkosaan perempuan Kashmir adalah salah satu tindakan tercela lain yang sering dilakukan tentara India. Pemerkosaan digunakan sebagai alat perang. Sejak tahun 1989, ketika pemberontakan pertama dalam beberapa tahun terakhir terjadi, lebih dari 10.000 wanita Kashmir telah diperkosa, beberapa dari mereka diperkosa secara beramai-ramai oleh tentara India.

Pada 2015, ada lebih dari 3.500 kasus perkosaan yang dilakukan oleh tentara India telah terdaftar. KMS menyebut jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi tetapi banyak gadis dan perempuan yang tidak melaporkan kasus tersebut ke polisi karena malu membawa nama keluarga. Selanjutnya, hanya satu kasus dalam banyaknya kasus tersebut yang pelakunya dihukum. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang Kashmir menganggap bahwa laporan mereka adalah hal yang sia-sia. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment