Kekejaman Saudi di Yaman, Bombardir Rumah Sakit Pasca Habisi Anak-anak Sekolah

bombardir

Selasa, 16 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, HAJJAH – Jet-jet tempur koalisi yang dipimpin Saudi kembali melakukan kejahatan kemanusiaan luar biasa dengan mengintensifkan serangan udara mereka ke daerah pemukiman di Yaman, menargetkan sebuah rumah sakit di provinsi Hajjah hanya dua hari setelah membunuh dan melukai sejumlah anak-anak di sebuah sekolah di provinsi Sa’ada.

Menurut laporan, jet-jet tempur Saudi itu menargetkan Rumah Sakit Ab’as di provinsi Hajjah, Senin (15/08), menewaskan dan melukai sedikitnya 20 orang. (Baca juga:Realitas Kejahatan Saudi, PBB dan Dunia Atas Rakyat Yaman)

“Serangan itu menewaskan sedikitnya enam dokter dan pasien serta melukai 20 lainnya,” kata Aiman Mathkour, direktur umum dari Dinas Kesehatan Masyarakat di provinsi ini sebagaimana dikutip kantor berita Yaman, SABA.

“Tim penyelamat menghadapi kesulitan untuk mencapai rumah sakit karena jet-jet tempur Saudi terus menerus terbang diatas wilayah itu,” katanya. Pejabat itu meminta organisasi internasional untuk memberikan bantuan mendesak agar bisa merawat mereka yang terluka. (Baca juga:KEJI! Saudi Bombardir Sekolah, Bantai Anak-anak Yaman)

Sebelumnya gambar-gambar mengerikan anak-anak yang tewas dalam serangan udara di sebuah sekolah agama di provinsi Sa’ada memenuhi pemberitaan media, pada hari Sabtu. Menurut laporan terbaru, setidaknya 10 anak-anak tewas dan 28 lainnya terluka dalam serangan udara.

Arab Saudi telah menyerang Yaman sejak Maret lalu untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Agresi yang dipimpin Saudi sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 9.800 orang Yaman, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak.

Pada awal tahun ini, Arab Saudi telah menekan Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk menghapus koalisinya dari daftar hitam kelompok yang membunuh anak-anak Yaman. Saudi disebut-sebut telah mengancam untuk menahan dana bagi pengungsi dan Ban Ki-moon tidak berdaya dengan ancaman itu. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment