Kekuatan Rudal Balistik Yaman Tak Bisa Dihancurkan Koalisi Pimpinan Saudi

rudal-balistik-yaman

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Sebuah laporan yang diterbitkan oleh kantor berita RT, pada hari Senin (12/09), menyatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah gagal menghancurkan sistem rudal balistik Yaman bersamaan dengan informasi yang menyatakan bahwa Houti telah menembakkan rudal terbaru, pagi ini (13/09).

Menurut laporan yang diterbitkan RT, disebutkan bahwa Houti menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Khamis Mushat, selatan Arab Saudi. Ini adalah serangan terbaru yang menunjukkan ketidakmampuan Saudi dalam menghancurkan kekuatan rudal Yaman setelah lebih satu setengah tahun berperang. (Baca: Dari Abha Hingga Riyadh Akan Jadi Terget Rudal-Rudal Yaman)

Brigadir Jenderal Ahmad Asiri, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa setelah berbulan-bulan melaksanakan operasi “Badai Tegas”  yang telah menghancurkan 90% dari kekuatan rudal Yaman, terutama ribuan pesawat koalisi Arab Saudi telah melancarkan invasi di Sana’a dan  sekitarnya untuk menhancurkan kekuatan ini.

Namun, Houthi pada hari senin (12/09), mengumumkan peluncuran rudal balistik terbaru yang diarahkan ke basis militer Raja Khalid di daerah Khamis Mushait selatan Arab Saudi. Koalisi Arab Saudi menyatakan bahwa pihak mereka telah mencegah rudal itu, dan hancur di udara, namun pihak Houthi mengkonfirmasi bahwa rudal ini telah mencapai tagertnya secara akurat.

Sebelum serangan ini, pasukan yang setia terhadap Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi telah mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menghalangi rudal balistik lain yang menargetkan markas Angkatan Darat mereka di provinsi Marib. (Baca: Gambar-gambar Rudal Burkan 1 Yaman yang Gemparkan Saudi)

Tidak ada data statistik yang akurat tentang jumlah rudal balistik jenis “Scud” yang telah ditembakkan tentara Yaman, dan hari ini setelah satu setengah tahun berperang dan melakukan invasi, keadaan ini menjelaskan bahwa kekuatan perang Saudi tidak mampu menandingi kekuatan senjata Yaman yang tampaknya memiliki kemampuan untuk mengubah kesetaraan konfrontasi dengan Arab Saudi.

Hal ini juga mengungkapkan bahwa gerakan Houtsi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh mampu menyembunyikan dan menyimpan rudal-rudal di tempat-tempat yang tidak dapat ditemukan oleh kelompok-kelompok koalisi Arab Saudi. (voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment