Kelompok Ikhwanul Muslimin Gagal Kudeta Presiden Mesir

ikhwanul-muslimin

VOA-ISLAMNEWS.COM, MESIR – Seorang wakil parlemen, Abdul Rahim Ali yang merupakan seorang anggota DPR mengakui bahwa sebenarnya kelompok Ikhwanul Muslimin telah bersiap-siap untuk menyerbu istana presiden pada 11 November lalu, dan berencana menculik Presiden Abdel Fattah El-Sisi.

El-Sisi Mesir

Ia juga menjelaskan bahwa Ikwanul Muslimin tengah mencoba menyulut kemarahan rakyat, dan membuat kekacauan seperti gerakan yang pernah melakukan dalam melengserkan Husni Mubarak.

Abdul Rahim Ali menyatakan dalam pertemuan dalam sebuah program acara di channel “Annahar Wa An” yang mengangkat tema “Keinginan Mesir” pada selasa malam, bahwa Ikhwanul Muslimin berencana melakukan 30 serangan di Mesir pada 11 November, termasuk 28 aksi di provinsi dan 2 di ibukota Kairo. Kantor Pemandu memutuskan menurunkan para pemuda dan menyebarkan mereka pada serangan ke-4 hingga sisa aksi serangan yang lain selesai, dan bagian terakhir ada di Sinai. (Baca: Ikhwanul Muslimin dan Teroris Ahrar Syam Dibalik Konflik Suriah)

Dia juga menambahkan bahwa ada alasan untuk melakukan revolusi Januari, tapi pasukan nasional tidak dapat ditangkap. Para pemandu mengetahui bahwa aksi penyerangan yang keempat menggunakan senjata, dan aksi serangan keempat telah memulai perang sipil yang akan didorong oleh intervensi AS dalam urusan negara Mesir, seperti dilansir Addiyar (16/11).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa revolusi Januari adalah revolusi yang cacat, yang dimulai pada 25 Januari dan berakhir pada 30 Juni, dengan kehadiran polisi dan tentara Mesir di tempat kejadian, sebagaimana yang diungkapkan oleh rakyat Mesir. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment