Kerajaan Saudi Geger! Mujtahid Ungkap Alasan Pengunduran Diri Khalid bin Talal

Khaled Alwaleed bin Talal, the son of Saudi Arabia's billionaire Prince Alwaleed bin Talal, looks on as his father speaks during a press conference in the Saudi capital, Riyadh, on July 1, 2015. Alwaleed pledged his entire $32-billion (28.8-billion-euro) fortune to charitable projects over the coming years. The prince said in a statement that the "philanthropic pledge will help build bridges to foster cultural understanding, develop communities, empower women, enable youth, provide vital disaster relief and create a more tolerant and accepting world." AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINE        (Photo credit should read FAYEZ NURELDINE/AFP/Getty Images)

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Warbler Saudi Mujtahid dalam jejaring sosial Twitter mengungkapkan mengenai alasan yang mendorong pangeran Khalid bin Talal mengumumkan pengunduran dirinya dari semua jabatannya. (Baca: Pangeran Saudi Tuding Pangeran Muhammad bin Salman Curi Uang Rakyat)

Mujtahid menyebutkan, “Jawabannya jelas, jika kita melihat kembali pada masa saat Raja Abdullah menjabat, ketika Talal bin Abdul Aziz yang merupakan ayah Khalid bin Talal mengundurkan diri dari Dewan Bai’at sebagai bentuk protes atas pengangkatan Pangeran Nayef sebagai Putra Mahkota dan membiarkan kursi jabatan Talal tetap dalam keadaan kosong. (Baca: Hukum Penggal Kepala di Saudi Buat Rakyat Bukan untuk Keluarga Kerajaan)

Kemudian, Muhammad bin Salman membangun hubungan yang baik dengan Khalid bin Talal, dan Muhammad bin Salman memahami segala masalah keluarga dari at-Tuwaijri dan setelah ayahnya menerima jabatan sebagai raja maka ia akan mengembalikan keseimbangan keluarga.

Khalid bin Talal percaya bahwa Mohammad bin Salman akan merealisasikan janjinya untuk mengembalikan lagi keseimbangan keluarga, dan ia terkejut setelah menemukan tindakan Muhammad bin Salman lebih buruk dari at-Tuwaijri dalam mengabaikan keluarga dan terperdaya dengan kekuasaan.

Ketika Salman menerima jabatan Raja, ia berusaha (dibawah pengaruh Mohammad) memuaskan Talal, dan memintanya mencalonkan salah satu anaknya untuk menjadi anggota staf kerajaan, maka Talal mengajukan Khalid untuk mencalonkan diri seperti yang mereka sepakati secara lisan. (Baca: Al-Baghdadi Diam-Diam Bertemu Dengan Mohammed bin Salman)

Khalid mencoba untuk mengungkap keberatannya dalam beberapa tindakan tertentu yang dianggap Khalid memiliki perlakuan khusus. Namun, Muhammad bin Salman mengabaikannya, kemudian Khalid meletakkan keberatannya dalam format resmi, namun ia menerima balasan yang penuh tekanan.

Khalid mulai berbicara di dewan keluarga dan mempengaruhi Bin Salman, tetapi ia menjawab bahwa semua aset miliknya dan aset milik ayahnya yang ada di Dewan dibekukan, serta menolak semua perantara untuk menandatanganinya.

Kemudian muncullah berbagai kemarahan Khalid dan ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Khalild bin Talal termasuk anggota Dewan Bai’at, serta  memiliki jabatan-jabatan lain yang tidak begitu penting. (Baca: New York Times Ungkap Rencana Pangeran Mohammad bin Salman Kuasai Kerajaan)

Raja mengunjungi Talal dua hari sebelum tipu daya dan kelicikan Mohammad bin Salman memotong jalan Khalid, dan menunjukkan bahwa hubungan Raja dengan Talal istimewa dan apa yang dilakukan Khalid tidak ada nilainya.

Khalid bin Talal telah mengumumkan beberapa hari yang lalu tentang sebab pengunduran dirinya dari semua jabatan dikarenakan “sesuatu yang mengejutkan” seperti yang telah  dijelaskan. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment