Kerja Keras Kapolri dan Panglima TNI Terbukti dengan Kesepakatan Polri-GNPF MUI

usai_jumpa_perss

Selasa, 29 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Kesepakatan yang berhasil dicapai antara Polri dengan GNPF-MUI terkait rencana gelar demo ‘Super Damai’ pada 2 Desember yad (212) adalah capaian yang patut diacungi jempol dari Kapolri dan Panglima TNI serta jajaran beliau berdua. Berkat kerja keras mereka, bukan saja Jend Pol M. Tito Karnavian berhasil mengajak pihak penanggungjawab demo 212 untuk bernegosiasi dan mencari titik temu, tetapi juga secara praktis berhasil melakukan pembatasan (containment) terhadap dampak aksi demo yang selama ini dikhawatirkan akan bereskalasi besar dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab sehingga bisa mengancam keamanan dan ketertiban umum serta jalannya pemerintahan.

Hemat saya Polri, berdasarkan kesepakatan yang diumumkan dalam konperensi pers bersama di kantor MUI itu, meraih beberapa poin penting;

1). Memindahkan lokasi demo dari Jl. Thamrin dan Bundaran HI ke kawasan Monas. Ini penting dalam konteks pengawasan dan kontrol terhadap para demonstran yang berjumlah sangat besar agar tidak meluas seperti dalam demo 411 lalu.

2). Membatasi durasi aksi tidak sampai malam, hanya dari jam 8.00 pagi sampai jam 13.00. Dengan rentang waktu ini keamanan juga akan relatif mudah dijaga oleh aparat, baik Polri maupun pasukan bantuan dari TNI.

3). Rencana Jumatan dan istighotsah serta dzikir di jalan raya berhasil dipindahkan dari jalan ke kawasan Monas, sehingga kekhawatiran akan terganggunya pengguna jalan di seluruh wilayah Jakarta tak ada lagi.

4). Pentelenggara demo 212 mendapat jaminan tak akan ada pembatasan terhadap para peserta demo yang mau datang dari luar Jakarta. Tak ada larangan atau himbauan atau instruksi registrasi kendaraan besar (bus) yang akan mengangkut mereka dari luar Jakarta.

5). Last but not the least, pihak penyelenggara demo bisa diajak ikut mencegah terjadinya pemanfaatan aksi mereka oleh pihak-pihak ketiga. Kendatipun Polri adalah yang menjadi leading sector dalam keamanan tersebut, tetapi adanya komitmen dari pihak GNPF MUI sangat bermakna.

Dari beberapa poin di atas, maka publik Jakarta dapat bernafas lega karena ancaman terjadinya eskalasi demo dan penunggangan terhadapnya sudah mulai bisa diperkecil walaupun tentu saja kewaspadaan masih tetap diperlukan. Semuanya memang masih ada di atas kertas dan perlu pembuktian nanti di lapangan pada 2 Desember. [Baca; Inilah Kesepakatan Kapolri dan GNPF-MUI Soal Demo 212]

Namun capaian Polri pada hari ini perlu diapresiasi oleh publik Jakarta dan bahkan seluruh rakyat Indonesia. Khususnya hasil jerih payah dari Kapolri dan Panglima TNI serta jajarannya, termasuk Polda Metro Jaya, selama beberapa minggu terakhir pasca- demo 411. Kendati beliau-beliau tersebut menghadapi berbagai resistensi yang sengit dari berbagai arah rak terkecuali dari internal Pemerintah sendiri, tetapi semuanya berhasil dilalui.

Maka itu tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa pihak yang ada di lingkaran Presiden Jokowi dan aparat-aparat Pemerintah kini harus lebih konfiden terhadap langkah-langkah yang dilakukan secara sinergis antara Kapolri dengan Panglima TNI serta komunitas intelijen negara.[Baca; Kontroversi Jumatan di Jalan dan Pengerahan Massa 212]

Statemen-statmen yang kontraproduktif atau bisa menimbulkan tafsir yg meragukan kedua pemimpin Polri dan TNI tsb mesti distop. Misalnya saja statemen-statmen yang meragukan kemungkinan adanya upaya makar dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan aksi demo, sesungguhnya tidak tepat dan bisa mengurangi soliditas internal Pemerintah sendiri. Sudah saatnya mereka bekerja bersama dan sinergis untuk kepentingan keamanan nasional dan stabilitas politik Pemerintahan Presiden Jokowi.

Bagaimanapun juga stabilitas keamnan nasional dan Pemerintah Presiden Jokowi akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan senua upaya mencari solusi bagi konflik politik yang kini sedang berkecamuk di ibukota negara itu. Soliditas dan rasa percaya kepada kemampuan aparat kepolisian, TNI, dan komunitas intelijen negara adalah sebuah sine qua non atau keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. [voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment