Kesaksian Warga Terhadap Bom Bunuh Diri di Gereja Katholik Santo Yosep, Medan

bom_bunuh_diri_di_medan.jpg

Senin, 29 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MEDAN – Percobaan teror bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara, melukai seorang Pastur dan pelaku.

Beberapa saksi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert S. Pandingan hendak berkotbah di mimbar, namun tiba-tiba seorang laki-laki yang diduga berinisial IAH menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas dan sebilah pisau.

Johannes mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya si pembawa bom mengalami luka luka terkena ledakan sendiri, dan pastor yang terkena sabetan pisau di lengan kiri.

Pelaku_Bom_Bunuh_Diri

Brigjen. Pol. Viktor Simanjuntak dalam keterangan persnya mengatakan kurang lebih pukul 08.50 seorang laki-laki atas nama Ivan Armadi Hasugian membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep Jl. Dr Mansyur Medan, saat itu pastor sedang berkotbah, kemudian ransel nya mengeluarkan ledakan yang tidak terlalu besar, karena tidak semua bomnya meledak. Pria pembawa bom itu, langsung melepaskan ranselnya lalu mengejar pastor dengan pisau terhunus, sempat melukai lengan kiri pastor, namun jamaat gereja segera menangkap pelaku.

Beberapa jemaat gereja tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut).

Pelaku_Bom_Bunuh_Diri_Di_Medan

Selain mengamankan pelaku teror, pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi di gereja tersebut melalui tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut.

Salah seorang jemaat gereja dalam Facebook Gereja Katolik St. Yoseph Dr. Marsur Medan, Hotlin Marbun, menuliskan komentar: “Gilak lah itu yang ledakin bom di gereja …Ntah apa maksud dan tujuannya itu…” [Voai]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment