Ketika Saudi Harus Telan Pil Pahit di Timur Tengah

king-salman-saudi

VOA-ISLAMNEWS.COM, CEKO – Seorang wartawan dari Republik Ceko bernama Teresa Spintserova menyebutkan bahwa pemerintah Saudi saat ini semakin terpuruk karena kegagalan berturut-turut yang dialami dari kebijakannya di Suriah, Yaman dan Iraq dan yang terakhir di Lebanon. (Baca: Zelmay Khalilzad: Pengakuan Pejabat Senior Saudi Tentang Pendanaan Riyadh Untuk Terorisme)

Spintserova menyebutkan dalam artikelnya yang diterbitkan oleh surat kabar “Eterarna Novina” bahwa pemilihan Michel Suleiman sebagai presiden Lebanon merupakan salah satu bukti nyata dari kelemahan dan kegagalan Saudi di wilayah kawasan, hal ini membuat Saudi mengalihkan rencananya ke Suriah dengan mendukung dan mendanai kelompok-kelompok ekstrimis yang lagi-lagi menemui kegagalan.

Spintserova menunjukkan bahwa Saudi menghabiskan ratusan miliar dolar hanya untuk melakukan inervensi militer dengan mendukung kelompok-kelompok teroris di seluruh wilayah Timur Tengah, namun Arab Saudi harus menelan pil pahit karena pengaruh dan perannya sangatlah lemah di Timur Tengah. (Baca: Analis: Bungkamnya Dunia Atas Kekejaman Saudi di Yaman)

Spintserova menjelaskan bahwa setelah hampir dua tahun serangan dilancarkan kepada negara Yaman yang miskin, namun pertempuran tidak hanya berdampak di wilayah Yaman saja bahkan berdampak pada wllayah Saudi juga. Ia menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Yaman bukanlah sebatas kekalahan perang saja, namun hal ini menegaskan dengan jelas kegagalan strategi yang diterapkan oleh keluarga penguasa tirani Saudi, seperti dilansir Arabic.SputnikNews.com (11/11). (Baca: AS Obok-Obok Saudi! Ideologi Wahabi Akan Hancurkan Kerajaan Arab Saudi)

Spintserova juga menunjukkan kegagalan rezim Saudi dalam mengontrol kebijakan Mesir meskipun Saudi sudah menggelontorkan dana miliaran pada Mesir. Sementara itu, sekutu terdekatnya Amerika telah berpaling dari Arab Saudi dan mencari mangsa lain untuk diburu menjadi kawan, setelah terungkapnya peran Arab Saudi dalam peristiwa berdarah 11 September 2011 yang memungkinkan rakyat Amerika untuk menuntut Saudi. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment