Koalisi Suriah-Rusia Persiapkan Serangan Besar di Timur Aleppo?

putin_assad

Jum’at, 4 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ALEPPO – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan gencatan senjata sepihak di timur-Aleppo hingga Jumat (4/11).

“Sebuah keputusan dibuat untuk memperkenalkan ‘jeda kemanusiaan’ di Aleppo pada 4 November pukul 9:00 am (0600 GMT),” kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Gerasimov mengatakan keputusan itu disetujui oleh pihak berwenang Suriah dan dimaksudkan untuk “mencegah korban sipil”.

Kementerian Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan bahwa Rusia telah menghentikan serangan udara pada Aleppo timur selama 16 hari, setelah tuduhan atas serangan yang telah menewaskan ratusan warga sipil dan infrastruktur hancur, termasuk rumah sakit.

Ini mungkin adalah gencatan senjata terakhir yang ditawarkan sebelum al-Qaeda dan pasukan proksi CIA di timur-Aleppo diserang dengan kekuatan penuh.

Pasukan khusus Suriah sedang mempersiapkan serangan besar dengan dukungan sekutu dan serangan udara Rusia. Sementara itu, Rusia memastikan kapal perang Kuznetsov akan tiba di pantai Suriah pada hari Jum’at. Ia juga menambahkan sekitar 30 pesawat tempur dan helikopter tempur milik Angkatan Udara Rusia akan dikerahkan. Selain itu, beberapa kapal perusak dan fregat serta kapal selam juga telah tiba di Laut Mediterania dan akan bergabung menuju perairan Suriah.

peta_aleppo

Peta perang di Aleppo pada November 2, 2016

Utara-timur Aleppo adalah Al-Bab, sebuah kota yang dikuasai oleh ISIS (warna abu-abu), sementara tujuan kampanye Turki (warna hijau) serta pasukan Kurdi (warna kuning). Pasukan YPG Kurdi (atau SDF sebagai kelompok campuran Kurdi-Arab) ingin menghubungkan daerah yang sudah mereka mereka kuasai di barat laut Suriah dengan yang di timur laut Suriah. Mereka membutuhkan garis dari utara Aleppo melalui Al-Bab ke kota Manbij di timur yang telah dikuasai. SDF umumnya mampu, tapi pasukan mereka menggeliat dan mereka tidak memiliki artileri besar dan dukungan udara.

Sementara, pasukan proxy Turki “pemberontak”, yang didukung oleh artileri Turki dari utara perbatasan Turki-Suriah, telah pindah ke selatan untuk mencegah penyatuan barat-timur Kurdi dari wilayah mereka dan untuk menjaga jalur pasokan untuk ISIS ke Turki tetap terbuka. Tentara Turki terdiri dari para pemuda yang terkena kewajiban militer. Tentu rakyat Turki akan marah pada Erdogan, jika anak-anak mereka tewas di Suriah.

Angkatan udara Turki telah mendukung “pemberontak” sebagai pasukan proxy Turki di Suriah. Tapi baru-baru ini pemboman udara Turki telah menewaskan sekitar 100 pejuang Kurdi di timur laut Aleppo, hingga menuai ancaman dari Rusia dan Suriah. Setiap pesawat Turki yang memasuki ruang udara Suriah adalah target yang sah.

Pasukan Turki yang dikerahkan untuk mengambil Al-Bab dalam persiapan serangan terhadap Aleppo dari timur, tentu akan membahayakan kemajuan pasukan pemerintah Suriah di kota. Pasukan Kurdi tidak dapat diandalkan sebagai sekutu. Mereka mungkin bisa dipercaya untuk mengambil Al-Bab sekarang tanpa mengganggu pasukan pemerintah di Aleppo tapi itu bisa berubah setiap hari.

Kekuatan ketiga mungkin untuk mengambil Al-Bab adalah Tentara Arab Suriah (warna merah pada peta). Untuk merebut kembali pangkalan udara Qweiris selatan Al-Bab, dari ISIS hanya sekitar 10 kilometer dari kota. Arah kedua serangan bisa datang dari bagian timur Aleppo. Mengambil Al-Bab akan mengkonsolidasikan daerah antara Qweiris dan Aleppo serta akan menjadi posisi yang baik untuk mempersiapkan serangan lanjutan kepada ISIS di Raqqa tenggara dari Al-Bab dan timur Qweiris.

Mulai akhir pekan ini kita mungkin akan melihat dua kampanye pemerintah Suriah. Sebuah kampanye pemboman besar-besaran terhadap “pemberontak” di sebelah timur-Aleppo serta serangan darat oleh pasukan pemerintah Suriah terhadap Al-Bab. Saya menemukan ini lebih masuk akal daripada serangan darat dekat daerah yang dikuasai “pemberontak” di sebelah timur-Aleppo yang tidak siap sejauh ini oleh kampanye besar dari angkatan udara dan artileri. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment