Koalisi Yaman Hasilkan Anggota Dewan Politik Agung dari Kedua Belah Pihak

yaman

Minggu, 7 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Dewan Politik Agung Yaman, menyatakan koalisi antara gerakan Houthi Ansarullah dan Partai Kongres Rakyat Umum mantan presiden Ali Abdullah Saleh, telah mengumumkan anggotanya, Press TV melaporkan.

Dewan 10 anggota yang dibagi sama rata antara anggota gerakan Ansarullah dan partai Saleh, menurut daftar resmi yang dirilis pada hari Sabtu.

“Kami telah memilih anggota Dewan Politik Agung, berharap mereka membantu negara menghadapi agresi Saudi dan menyatukan orang-orang Yaman dalam satu front,” anggota Dewan Tertinggi Politik Hussain Hazieb mengatakan kepada koresponden Press TV di ibukota Sana’a.

[Baca ; 500 Hari Perang Yaman, Saudi Tak Henti Targetkan Warga Sipil]

Dewan yang bertugas menjalankan negara, awalnya diumumkan pada bulan Juli, diikuti dengan unjuk rasa solidaritas di ibukota Yaman untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap koalisi.

“Ini adalah hari bersejarah, Yaman telah meraih kemenangan atas semua plot musuh. Hari ini adalah hari kita memulai kembali menegakkan hukum dan memulihkan ketertiban di seluruh Yaman,” kata anggota dewan, Sadiq Abdura’as.

Pengumuman anggota dewan datang setelah negosiasi yang didukung PBB antara pihak yang bertikai di Yaman gagal memulihkan perdamaian di negara yang diperangi.

[Baca; Tuduhan atas Houthi adalah Upaya Mengkriminalisasi Gerakan Perlawanan]

Pembicaraan damai Yaman dimulai pada tanggal 21 April di Kuwait City. Kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata sebelum perundingan dimulai, tapi Houthi mengatakan Arab Saudi telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Yaman telah berada di bawah serangan militer oleh Arab Saudi sejak akhir Maret 2015. Saudi meluncurkan perang dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan untuk mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, yang telah mengundurkan diri dari presiden Yaman tetapi berusaha untuk merebut kekuasaan kembali. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment