Komandan Jabhat al-Nusra: Terima Kasih AS Atas Dukungannya Pada Kami

pemimpin-al-qaeda-syam-jabhah-nusrah

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Majalah “Fokus” Jerman mengungkap kekecewaan pimpinan organisasi al-Nusra atas penurunan suplai aliran senjata dari Amerika, mereka mengatakan bahwa bantuan itu bukanlah jenis yang kami inginkan. (Baca: Yevgeny Lukyanov: Jabhat Al-Nusra Teroris ‘Baik’ Dimata Amerika)

Majalah itu menambahkan pimpinan organisasi al-Nusra yang  masuk dalam daftar organisasi teroris, mengatakan pada wartawan Juergen Todenhufer yang bekerja untuk surat kabar “Kölner Stadt-Anzeiger”, mereka memberi kami roket-roket anti tank dan pesawat secara langsung, dan kami sangat menghargai Amerika yang telah berada di pihak kami. Namun disaat yang sama pimpinan organisasi itu mengeluhkan bantuan Amerika yang meningkat, namun tidak sesuai dengan keinginan kami.

Majalah ini menjelaskan bahwa wawancara dengan pemimpin organisasi ini terjadi 10 hari yang lalu, sebelum serangan misterius atas konvoi bantuan PBB di sekitar Aleppo pada 19 September.

Komandan militan itu juga mengatakan bahwa pada saat itu al-Nusra tidak mengijinkan konvoi masuk ke Aleppo dengan syarat tentara Suriah menarik diri dari posisinya, dan ia mengancam menahan sopir truk saat rombongan konvoi memasuki kota tanpa persetujuan al-Nusra. (Baca: TERBONGKAR! Hubungan Mesra Qatar dengan Jabhat Al-Nusra)

Kelompok ekstrimis ini menegaskan bahwa militan tidak akan berkompromi  dan menolak negara sekuler serta akan terus berjuang sampai “jatuhnya rezim dan pembentukan negara Islam yang sesuai dengan syariat Islam”.

Anehnya, Washingthon selalu mengatakan seakan-akan dia prajurit terpenting dalam organisasi Jabhat al-Nusra dan menganggap masalah satu-satunya yang sedang ia lakukan adalah memisahkan antara militan moderat dan non-moderat. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment