Komandan Militan FSA Disiksa Kelompoknya Sendiri sampai Mati

13950723000460_test_photoi.jpg

Sabtu, 15 Oktober 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, DARA’A – Sebuah kelompok teroris terkenal di provinsi Idlib Suriah mengkonfirmasi kematian pemimpin kelompoknya. Militan dari kelompok mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah menyiksa sampai mati salah seorang komandan senior mereka setelah menuduhnya melakukan negosiasi dengan pemerintah Suriah.

Al Masdar melaporkan bahwa menurut sumber setempat, Kolonel Zaidan Nesairat dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) disiksa sampai mati oleh faksi FSA lain, tampaknya karena ia dituduh oleh sesama militan FSA sedang mencoba bernegosiasi dengan pemerintah Suriah untuk rekonsiliasi di Dara’a.

Sementara itu, Kolonel Nesairat yang dibunuh oleh rekan FSA nya, telah melakukan negosiasi di Izraa untuk kesepakatan rekonsiliasi Ibtaa setelah Tentara Suriah telah membebaskan Sheikh Miskeen tahun lalu.

Keluarga Kolonel Nesairat dan faksi-faksi militan lainnya telah menuduh pemimpin faksi FSA Batalyon Sand Al Horan, Ahmad al Owdah, sebagai sang pembunuhan dan telah menyerukan penangkapannya.

Divisi Shabab Al Sunna menolak menyerahkan tubuhnya kembali dan dikuburkan di tempat yang tidak diketahui. Hal ini dipastikan akan menyebabkan perang saudara internal yang lain di antara para militan.

Selain itu, kelompok yang disebut ‘Liwa Shuhada al Islam’ mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pemimpin kelompok, nom guerre Abu Jafar Al Hindi telah dinyatakan meninggal.

Meskipun pernyataan itu belum secara khusus mengatakan bagaimana dia meninggal namun laporan menunjukkan dia tenggelam di sungai dekat Darkoush, di provinsi Idlib yang dikuasai teroris.

Kelompok ini sebagian besar beroperasi di Darayya dekat Damaskus, menurut outlet berita Islam14, sebelum dievakuasi ke Idlib pada bulan September sebagai bagian dari kesepakatan pemerintah. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment