Komandan Operasi AS di Suriah-Irak: Gedung Putih Ingin Perluas Daerah Konflik

teroris-as

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON – Surat kabar AS “The Washington Times”, Senin (12/09), mengungkapkan keluhan dari seorang Komando Operasi Khusus AS di Irak dan Suriah karena sedikitnya peran mereka dalam memerangi ISIS, seperti dikutip dari seorang perwira AS di Komando Operasi Khusus AS yang menegaskan bahwa militer AS hanya menargetkan pemimpin-pemimpin organisasi kriminal. (Baca: Tujuan Amerika di Suriah Bukan ISIS)

Surat kabar ini menyebutkan sebagaimana yang dikutip oleh situs al-Maloomah bahwasanya Komando Operasi Khusus AS di Irak dan Suriah mengeluhkan tentang kecilnya peran mereka dan terbatasnya operasi mereka di Irak dan Suriah. Surat kabar ini juga menambahkan bahwa “Para Pemimpin ingin memperluas daerah konflik yang telah diatur oleh Gedung Putih”. (Baca: Global Research: ISIS Adalah Made in Amerika!)

Seorang Perwira dari Komando Operasi Khusus AS mengungkapkan perasaan frustasinya karena tidak mampu melakukan serangkaian serangan langsung terhadap para pemimpin ISIS. Ia juga mengatakan bahwa “Ketika target mereka tampak bahkan ketika sudah bisa dipastikan bahwa mereka adalah pemimpin ISIS namun karena saat pimpinan organisasi-organisasi kriminal jika mereka muncul selalu bersama perempuan dan anak-anaknya maka kita tidak mungkin menyerangnya”. Sebagaimana yang ditulis surat kabar tersebut. (Baca: Pengakuan Heboh Clinton: Amerika Ciptakan Al-Qaeda, Nato-Israel Ciptakan ISIS)

Perwira AS yang menolak disebutkan namanya ini mengatakan sebagaimana yang disebutkan dalam surat kabar ini bahwa, “Jika kami menarget salah satu pemimpin ISIS yang sedang bersama dengan sekelompok wanita dan anak-anaknya, ia lalu menjadikan wanita dan anak-anak tersebut sebagai perisainya, sehingga kami tidak tahu apakah kami bisa menyerangnya atau tidak”. Ia bertanya-tanya, “Apakah kami berperang atau kami hanya sebagai penjaga? Dan bagaimana kami bisa memberikan nasehat kepada angkatan bersenjata kami jika kami tidak terlibat dalam pertempuran dengan teroris?”

Menurut laporan surat kabar ini, beberapa pemimpin dari sejumlah Operasi Khusus AS meminta peningkatan jumlah angggotanya untuk mengatur dan memulai serangan yang lebih besar terhadap ISIS.

Seorang panglima Pasukan Relawan Rakyat di provinsi Anbar, Nazim al-Jughaifi, sebagaimana yang ditulis situs al-Maloomah pada 8 September, menyatakan bahwa koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah mencegah tentaranya untuk menarget pelaku-pelaku bom bunuh diri yang telah masuk dari Suriah ke daerah-daerah. (Baca: Levant Report Ungkap Dokumen Rahasia “ISIS Ciptaan Amerika”)

Perlu diingat bahwa para pemimpin dan pejabat keamanan telah menegaskan sebelumnya bahwa tidak ada keseriusan dari koalisi internasional dalam menghancurkan dan menargetkan pos-pos ISIS terutama dalam pertempuran-pertempuran pembebasan. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment