Konashenkov: Sampel Membuktikan Teroris Gunakan Senjata Kimia di Aleppo

1046515631-e1479141272723.jpg

Selasa, 15 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa sampel yang diambil di kota Aleppo Suriah membuktikan bahwa militan telah menggunakan gas klorin dalam serangan mereka.

“Sampel yang diambil oleh petugas Rusia dari Scientific Center of Radiational, Chemical and Biological Security di sana membuktikan bahwa militan [di Aleppo] menggunakan klorin sebagai gas beracun,” kata juru bicara kementerian Mayjen. Igor Konashenkov sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (14/11).

Menurut Konashenkov, militan di Aleppo kini mulai lebih sering menggunakan klorin dalam serangan terhadap tentara dan warga sipil Suriah. Namun, tidak satupun dari politisi Perancis atau Inggris yang memperhatikan kejahatan tersebut atau secara terbuka menyuarakan keprihatinan atas situasi di Aleppo.

“Justru, mereka ingin melihat hanya otoritas Suriahlah sebagai yang bertanggung jawab untuk itu [penggunaan senjata kimia ‘],” katanya.

Sekitar 30 tentara Suriah telah diracuni dalam serangan kimia yang dilakukan oleh militan di Aleppo pada 13 November, kata Konashenkov lebih lanjut.

Serangan hari Minggu adalah serangan kimia ketiga yang dilakukan militan di Aleppo dalam dua minggu terakhir. Jendral Rusia itu menambahkan bahwa ahli dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) harus menyelidiki penggunaan senjata kimia ‘di Aleppo tersebut.

Pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa para ahli militer Rusia telah menemukan bukti bahwa para militan di kota Suriah Aleppo telah menggunakan senjata kimia, yang kemungkinan berupa klorin dan fosfor putih. Kementerian itu menambahkan bahwa sampel fragmen tanah dan peluru yang ditemukan di Aleppo akan diserahkan kepada OPCW.

Meskipun banyak laporan penggunaan militan ‘senjata kimia, panel ahli Mekanisme Investigasi Bersama (JIM) OPCW-PBB baru-baru ini merilis laporan keempat, yang, khususnya, menuduh bahwa pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad telah menggunakan senjata kimia setidaknya tiga kali di negara itu sepanjang 2014-2015.

Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan penyesalan atas keputusan OPCW. Klorin adalah gas berwarna kuning-hijau dengan bau yang kuat yang 2,5 kali lebih berat daripada udara. gas klorin berbahaya bagi kesehatan manusia. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment