Korban Haji 2015 Nigeria dan Indonesia Belum Dapat Kompensasi dari Saudi

saudi-stampede-e1470104357644.jpg

Selasa, 2 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ABUJA – Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) mengatakan bahwa keluarga dari korban tragedi crane dan tragedi Mina pada musim Haji 2015 lalu masih belum mendapatkan kompensasi apapun dari pemerintah Saudi.

Ketua Komisi, Alhaji Abdullahi Mohammed mengumumkan hal ini pada hari Senin kemarin dihadapan sidang investigasi parlemen Nigeria menyoal Kinerja NAHCON pada operasi Haji 2015. (Baca juga:Merangkai Fakta Permainan Busuk MOSSAD Dan SAUDI Dibalik Tragedi Mina)

Mohammed mengatakan bahwa komisi itu masih bekerja keras untuk memastikan bahwa keluarga dari lebih 300 warga Nigeria yang tewas dalam insiden dan 12 lainnya, yang terluka menerima kompensasi seperti yang dijanjikan.

“Nigeria belum menerima satu juta Riyal Saudi, dan 500 Riyal yang dijanjikan Saudi sebagai kompensasi untuk korban yang tewas dan terluka. Kami sedang bekerja terkait hal itu dan segera setelah kami menerima uang, kami akan meneruskannya ke keluarga korban, ” kata Mohammed sebagaimana dikutip harian Nigeria, DailyPost, Senin (01/08) kemarin. (Baca juga:Jumlah Korban Tragedi Mina Naik Menjadi 1.674 Orang Tewas)

Senada dengan Nigeria, hal sama juga terjadi kepada para korban tragedi jatuhnya crane dan tragedi Mina asal Indonesia. Janji Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al Saud untuk membayar santunan kepada para korban hingga kini belum ada kejelasan.

Sebagaimana Komisi Haji Nigeria, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Indonesia, Abdul Djamil, juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada sepeserpun diterima pihak keluarga yang dijanjikan akan diberi santunan.

“Iya memang belum selesai santunan itu. Kami masih terus berupaya meminta kepada pemerintah Arab Saudi, tapi hingga saat ini tidak kunjung terealisasi,” ujar Abdul kepada wartawan. (Baca juga:Warga Maroko Demo Kedubes Saudi Atas Kelalaiannya dalam Kasus Tragedi Mina: VIDEO)

Menurutnya, pihak keluarga korban, khususnya korban tragedi jatuhnya alat crane, terus menanyakan kapan kompensasi terealisasi. Pasalnya, kompensasi yang dijanjikan Raja Saudi itu sangat besar yakni 1 juta Riyal, setara Rp 3,5 Miliar untuk korban jiwa dan cacat permanen. Tidak hanya itu, Raja Salman juga berjanji memberikan 500 ribu Riyal setara Rp 1,75 miliar untuk korban luka.

Musibah jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram terjadi Jumat, 11 September 2015, saat musim haji dan ratusan ribu jemaah sedang memenuhi kabah. Musibah ini menewaskan 107 orang dan mencederai 238 orang. Di antaranya, 12 jemaah asal Indonesia meninggal dunia, dan 49 lainnya luka-luka.

Tidak hanya itu, di tahun yang sama juga terjadi tragedi Mina. Ribuan orang bertabrakan, dan terinjak-injak akibat tata kelola arus jamaah haji yang tidak baik. Saat itu, tercatat 127 orang Indonesia tewas, terdiri dari 122 jamaah haji Indonesia dan 5 WNI yang mukim di Arab Saudi. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment